Sanggau, Haloklbar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan intensitas hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Sanggau, akan terus berlangsung hingga Februari 2026.
Menanggapi prediksi cuaca ekstrem ini, Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus penyakit musim hujan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting, pada Senin 3 Desember 2025 secara khusus menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Terutama ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap terjadi di musim penghujan, dan itu harus kita antisipasi,” tegas Ginting.
Menurutnya, kondisi cuaca yang lembap dengan curah hujan tinggi adalah faktor pemicu ideal bagi berkembangnya berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Pemda Sanggau, lanjutnya, telah mulai memperkuat langkah pencegahan sejak awal musim.
DBD menjadi sorotan utama karena tercatat sebagai kasus yang paling sering meningkat saat musim hujan. Genangan air di lingkungan pemukiman, baik di dalam maupun luar rumah,
disebut Ginting sebagai tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
Dinkes Sanggau mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan langkah 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang/Memanfaatkan barang bekas, serta Plus menghindari gigitan nyamuk).
“Melalui langkah pencegahan yang tepat, risiko penyebaran DBD dapat diminimalkan sepanjang musim hujan,” tutupnya.(***)
Waspada! Hujan Lebat Diprediksi Hingga Februari 2026, Dinas Kesehatan Sanggau Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan
Bagikan
