Sanggau,Haloklbar.com – Seminar Budaya Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Sanggau Tahun 2025 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sanggau sukses dilaksanakan pada Kamis, 11-12 Desember 2025, bertempat di Aula Hotel Emerald Sanggau.
Acara ini tidak hanya fokus pada diskusi strategis kebudayaan, tetapi juga menandai momen Peluncuran atau Launching Produk Lokal Rebubg Bonti berupa makanan ringan, yaitu Rebung Chips.
Kebudayaan Harus Seiring Kemajuan Zaman
Dalam laporannya sebagai Ketua Panitia, Marina Rona (asumsi nama Ketua Panitia dari konteks laporan) menyampaikan bahwa Pemajuan Kebudayaan Daerah merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina keragaman budaya sebagai identitas bangsa.
“Pemerintah Kabupaten Sanggau bertanggung jawab memajukan kebudayaan untuk memperkokoh jati diri bangsa dan mempererat persatuan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2019,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini budaya bukan hanya sebatas nilai sejarah yang perlu dilestarikan, tetapi juga bisa menjadi nilai ekonomi bagi suatu daerah.
Nilai ekonomi ini dapat diwujudkan melalui produk budaya seperti kuliner, kerajinan, dan pariwisata.
“Sebagai kerja kolaborasi, Pemajuan Kebudayaan Daerah harus seiring dengan kemajuan zaman. Kami berupaya mengangkat produk yang memiliki kearifan lokal menjadi produk pasaran, syukur-syukur bisa menjadi produk unggulan daerah.”
Rona menjelaskan, kriteria produk unggulan yang diangkat adalah yang berbasis pada ekonomi inklusi masyarakat, memiliki nilai budaya atau tradisi, dan kekhasan wilayah tersebut.
Kerja kolaborasi antara Disdikbud dengan Disperindagkop dan UM Kabupaten Sanggau telah berhasil memunculkan beberapa produk yang awalnya bersifat tradisional menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih, antara lain:
Rebung Chips dan Madu Kelulut dari Kecamatan Bonti.
Sirup Gula Aren dari Kecamatan Kembayan.
Lempok Durian dari Kecamatan Balai.
Kopi Liberica Sanggau dari Kecamatan Tayan Hulu.
“Semoga dengan kerja kolaborasi seperti ini menjadi role model bagi pemajuan kebudayaan Kabupaten Sanggau yang kita cintai,” tutup Rona.
Tujuan utama seminar ini adalah,Menyampaikan gagasan dan ide inovatif terkait pemajuan kebudayaan daerah.
Meningkatkan peran serta masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai budaya daerah.
Melindungi, melestarikan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya objek budaya lokal.
Melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, serta melakukan pembinaan untuk memastikan kebudayaan daerah berkembang dengan baik.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, termasuk Institut Dayakologi Pontianak dan MABM Kabupaten Sanggau dengan topik yang mencakup Revitalisasi Bahasa Daerah hingga Strategi Pemajuan Kebudayaan Daerah.(***)
Seminar Budaya Sanggau: Memajukan Kebudayaan Daerah Hingga Luncurkan Rebubg Chips!
Bagikan
