Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
    3 jam lalu
    Tanggap Bencana, BPBD Sanggau Sediakan Layanan Call Center 24 Jam: Catat Nomornya!
    3 jam lalu
    Wujudkan Swasembada Pangan, Yon TP 833 Bumi Daranante Gelar Tanam Padi Perdana di Desa Lape
    8 jam lalu
    Rayakan Satu Abad, Paroki Katedral Sanggau Gelar Talkshow Inspiratif: “Belajar dari Sejarah untuk Membuat Sejarah”
    9 jam lalu
    Butuh Dana Rp 2 Miliar, Pembangunan Drainase Jalan Agus Salim Sanggau Dikerjakan Bertahap
    1 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Ragam > Bahasa Indonesia Diakui UNESCO, Mendongkrak Peran Global
Ragam

Bahasa Indonesia Diakui UNESCO, Mendongkrak Peran Global

kornelis
Diperbarui: 25/11/2023 1:38
kornelis
2 tahun lalu
Bagikan

Oleh : Ratna
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Indonesia telah mencapai prestasi penting dalam upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia. UNESCO, organisasi internasional yang berfokus pada pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya, telah mengakui Bahasa Indonesia dengan menjadikannya bahasa resmi Sidang Umum UNESCO telah diterima dengan baik, menjadikan bahasa tersebut sebagai yang ke-10 diakui oleh organisasi tersebut.

Pemerintah Indonesia telah melakukan langkah konkret untuk mendorong revitalisasi bahasa daerah dan penyebaran Bahasa Indonesia di seluruh dunia melalui program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Program ini telah mendapatkan pengakuan di lebih dari 52 negara dengan jumlah pemelajar mencapai lebih dari 150.000 orang. Dengan adanya pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO, diharapkan Bahasa Indonesia dapat terus berkembang dan digunakan lebih luas di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz, percaya bahwa pengakuan oleh UNESCO akan meningkatkan posisi Bahasa Indonesia secara global. Bahasa Indonesia bisa digunakan sebagai bahasa dalam sidang-sidang dan dokumen-dokumen Konferensi Umum UNESCO serta dapat diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, yang menekankan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan sebagai bahasa internasional.

Pemerintah Indonesia juga menggunakan pengakuan Bahasa Indonesia oleh UNESCO sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat konektivitas antar bangsa, meningkatkan kerjasama dengan UNESCO, dan mempromosikan budaya Indonesia di tingkat internasional. Meskipun upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia telah dilakukan dalam dua tahun terakhir, masih ada keterbatasan dan fokus sektoral. Sebagai bahasa kelima dengan jumlah penutur terbanyak di dunia, Bahasa Indonesia seharusnya dapat mencakup seluruh negara anggota ASEAN.

Baca juga

Viral Lagu Doleng Donado dibawakan Panglima Jilah saat Gawai Dayak Naik Dango Kabupaten Landak
Kepala Desa Binjai Heriyanto dampingi PMI Sanggau Salurkan Bantuan Kepada Warganya yang terdampak Banjir 
Pemilu 2024 melakukan kecurangan? Masa depan demokrasi indonesia dipertanyakan

Namun demikian, promosi Bahasa Indonesia di kawasan ASEAN dinilai belum cukup aktif. Profesor Dr. Dendy Sugono, seorang ahli bahasa Indonesia, telah mengungkapkan hal ini dalam Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia. Dengan status Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi nasional di UNESCO, diharapkan Bahasa Indonesia dapat lebih dikembangkan dan digunakan di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

- Advertisement -

Pengakuan Bahasa Indonesia oleh UNESCO adalah sebuah prestasi penting bagi pemerintah Indonesia. Hal ini memberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan dan menggunakan Bahasa Indonesia dalam berbagai konteks, baik secara nasional maupun internasional. Sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO, keberadaan Bahasa Indonesia membuka jalan menuju lebih banyak kesempatan untuk memajukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa internasional yang diakui secara global.

Dalam rangka mencapai hal ini, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting. Upaya yang lebih intensif perlu dilakukan dalam memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia kepada pemelajar dari berbagai negara, terutama di kawasan ASEAN. Program BIPA perlu terus dikembangkan dan diperluas agar lebih banyak orang dapat belajar Bahasa Indonesia dengan mudah dan efektif.

Selain itu, kerjasama dengan lembaga internasional seperti UNESCO juga perlu ditingkatkan. Pemerintah Indonesia dapat bekerja sama dengan UNESCO dalam menyelenggarakan seminar, konferensi, dan acara lain yang melibatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Hal ini akan membantu meningkatkan eksistensi dan penggunaan Bahasa Indonesia di kancah internasional.

Untuk mencapai kesuksesan dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia, pemerintah juga perlu memperhatikan perkembangan dan memperbaiki kekurangan yang ada. perluterus memperkuat dan meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Indonesia, termasuk pelatihan guru BIPA dan penyediaan materi pembelajaran yang berkualitas. Selain itu, perlu juga dibangun sinergi antara lembaga pendidikan, industri, dan masyarakat dalam mempromosikan dan menggunakan Bahasa Indonesia secara aktif.

Pemerintah juga dapat membuat kebijakan yang mendorong peningkatan penggunaan Bahasa Indonesia di berbagai sektor, termasuk dalam dunia bisnis, teknologi, dan komunikasi global. Dalam hal ini, investasi dalam pengembangan infrastruktur pendukung, seperti teknologi digital dan aplikasi online dalam Bahasa Indonesia, dapat menjadi langkah yang efektif.

Selain itu, pemerintah juga perlu terus mendorong penelitian dan pengembangan Bahasa Indonesia serta budaya Indonesia secara lebih luas. Ini dapat dilakukan melalui penyelenggaraan konferensi, kompetisi, dan penghargaan terhadap karya-karya yang berkontribusi dalam pengembangan Bahasa Indonesia.

Pengakuan Bahasa Indonesia oleh UNESCO merupakan sebuah prestasi besar yang harus terus didukung dan diperkuat. Pemerintah Indonesia perlu menjaga kesinambungan upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia dengan memperbaiki kekurangan yang ada dan meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Indonesia. Salah satu langkah penting adalah dengan memperhatikan pelatihan guru BIPA dan penyediaan materi pembelajaran yang berkualitas. Selain itu, kerjasama dengan lembaga internasional seperti UNESCO juga perlu ditingkatkan untuk meningkatkan eksistensi dan penggunaan Bahasa Indonesia di kancah internasional. Pemerintah juga perlu membuat kebijakan yang mendorong peningkatan penggunaan Bahasa Indonesia di berbagai sektor, serta terus mengembangkan infrastruktur pendukung seperti teknologi digital dan aplikasi online dalam Bahasa Indonesia. Melalui langkah-langkah ini, Bahasa Indonesia dapat terus berkembang dan digunakan lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Dukung Kebijakan Pemerintah, Warga Meliau Distribusikan BBM ke Pedalaman
Jelang Nataru, TPID Sanggau Gelar Monitoring Terpadu, Pastikan Stok dan Stabilitas Harga Pangan Aman
Elpiji 3 Kg Langka di Sanggau, Harga Tembus Rp40 Ribu di Tingkat Pengecer
Sanggau Jadi Magnet Pingpong Kalbar, Atlet dari Melawi Hingga Sambas Bertarung di Kecala Cup 3
Sudah Menang Tender Rp9,2 Miliar, Jalan Kembayan-Balai Sebut Masih Rusak Parah, Warga Bertanya-tanya

Berita Menarik Lainnya

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
3 jam lalu
AJI Kecam Pernyataan KASAD dan Seskab Teddy: “Jangan Bungkam Kritik di Tengah Bencana”
3 minggu lalu
Kawal Aspirasi Petani, Paolus Hadi Fasilitasi Penyaluran 15.000 Bibit Karet Unggul di Desa Tae Sanggau
4 minggu lalu
Mewakili Gubernur, Kadisbun Kalbar Tegaskan Komitmen Peremajaan Karet Rakyat di Desa Tae Sanggau
4 minggu lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar