Viral di Medsos kondisi memprihatinkan di SDN 25 Bonti, Dinas Pendidikan Kabupaten Sanggau ungkapkan Fakta yang terjadi

Sanggau-Haloklbar.com

Setelah unggahan viral dari akun media sosial, mengungkap kondisi memprihatinkan di SDN 25 Bonti, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau,beberapa waktu lalu.

Akhirnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau,Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan angkat bicara,untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Alipius, menyampaikan rasa terima kasih, serta apresiasinya kepada Guru dan Orang tua murid serta Komite sekolah dimana telah membantu mensukseskan Program Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau.

Dimana Keterlibatan Para Guru, Komite Sekolah,serta Orang tua murid dalam membantu keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah Daerah.

Karena sebelumnya dalam unggahan yang viral di media sosial menyebutkan guru dan orang tua murid terlihat bergotong royong membuat meja dan kursi secara swadaya karena fasilitas sekolah yang sudah sangat tidak layak digunakan.

“Hal seperti ini sebenarnya positif dan patut diapresiasi masyarakatnya yg menunjukan adanya partisipasi antara guru,orang tua dan komite dalam mensukseskan program pendidikan bukan hanya tergantung dengan pemerintah di tengah keterbatasan anggaran pemerintah” ungkap Alipius Kepada Haloklbar.com pada 31 juli 2025 pagi.

Namun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau juga membantah kalau orang tua murid maupun pihak sekolah sudah pernah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

“Kami cek tidak ada sama sekali proposal mereka masuk ke dikbud dan sudah saya konfirmasi ke pihak sekolah melalui kepala sekolah juga mengaku belum pernah menyampaikan proposal ke Dinas” Ungkap Alipius.

Alipius menjelaskan bahwa pihaknya akan berupaya merespon keluhan yang terjadi di masyarakat terkait Sarana Prasarana Pendidikan dan akan berupaya mengatasi hal tersebut bersama mitra kerja di Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau.

“Kami dari dikbud dengan mitra kerja komisi IV DPRD sangat merespon dan permasalahan sarpras di sekolah namun tidak bisa sempurna karena anggarannya terbatas untuk itu informasi dari masyarakat penting tapi yang benar bukan cuma bisa menyalahkan pemerintah” Katanya.

Menanggapi itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menjadikan prioritas dalam perencanaan rehab dan pemenuhan sarana di tahun 2026 sebagaimana sekolah lain juga yg mengalami kerusakan , sesuai kondisi anggaran yang tersedia.

“Untuk usulan sarpras juga sudah disediakan melalui aplikasi usulan online ke setiap sekolah untuk memudahkan proposalnya” tutur Alipius.

 

Penulis : kornelis

Bagikan
Exit mobile version