Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jalur Internasional Sanggau-Entikong Terendam Banjir, BPBD: Ketinggian Capai 50 CM
    18 jam lalu
    Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
    2 hari lalu
    Tanggap Bencana, BPBD Sanggau Sediakan Layanan Call Center 24 Jam: Catat Nomornya!
    2 hari lalu
    Wujudkan Swasembada Pangan, Yon TP 833 Bumi Daranante Gelar Tanam Padi Perdana di Desa Lape
    2 hari lalu
    Rayakan Satu Abad, Paroki Katedral Sanggau Gelar Talkshow Inspiratif: “Belajar dari Sejarah untuk Membuat Sejarah”
    2 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Teknologi > Huawei Luncurkan Ekosistem Open Source untuk Chip AI: Langkah Berani Tantang Dominasi Barat
Teknologi

Huawei Luncurkan Ekosistem Open Source untuk Chip AI: Langkah Berani Tantang Dominasi Barat

VIVM
Diperbarui: 07/08/2025 19:46
VIVM
5 bulan lalu
Bagikan

Huawei kembali membuat gebrakan di dunia teknologi. Kali ini, raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut resmi meluncurkan ekosistem perangkat lunak berbasis open source untuk mendukung chip AI mereka, Ascend. Langkah ini diyakini akan mengubah peta persaingan global di bidang kecerdasan buatan (AI).

Konten
Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Strategi Jangka PanjangHarapan di Balik Ekosistem TerbukaRespon Komunitas Teknologi: Antusias Tapi Tetap WaspadaKesimpulan: Awal Baru dari Timur?

Dalam pengumuman resminya, Huawei membuka akses penuh terhadap toolkit CANN (Compute Architecture for Neural Networks) — perangkat lunak yang dirancang untuk mengoptimalkan performa chip AI buatan mereka. Dengan dibukanya toolkit ini ke publik, pengembang di seluruh dunia kini dapat mengakses, memodifikasi, dan membangun sistem AI di atas fondasi Huawei secara gratis.

Tak hanya itu, Huawei juga memperkenalkan dua model AI terbaru:

  • Pangu 7B, model padat dengan 7 miliar parameter,

  • dan Pangu Pro MoE, model Mixture-of-Experts dengan 72 miliar parameter.
    Keduanya dirancang khusus untuk berjalan maksimal pada chip Ascend, menjadikannya senjata utama Huawei dalam memperkuat dominasi di ranah AI.


Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Strategi Jangka Panjang

Langkah open source ini bukan hanya tentang teknologi. Ini adalah strategi besar Huawei dalam membangun kemandirian teknologi, terutama setelah beberapa tahun terakhir mereka dibatasi aksesnya ke teknologi barat karena sanksi Amerika Serikat.

Dengan membuka ekosistemnya, Huawei ingin mengajak para pengembang dan institusi di seluruh dunia untuk berkolaborasi dan berinovasi bersama, tanpa bergantung pada ekosistem tertutup milik pesaing seperti CUDA milik Nvidia.

Baca juga

Dari Legenda ke Modern: Zinwa Q25 Pro Hidupkan Kembali BlackBerry dengan Sentuhan Android
19/08/2025
Toko Satelit Tech com Resmi dibuka tersedia produk Elektronik berkualitas dan melayani Service Komputer di Kabupaten Sintang

Tak berhenti di situ, Huawei juga mengumumkan bahwa mereka akan membuka akses ke bahasa pemrograman Cangjie, yang menjadi fondasi bagi sistem operasi HarmonyOS Next. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan platform mandiri — dari chip, sistem operasi, hingga aplikasi.

- Advertisement -

Harapan di Balik Ekosistem Terbuka

Dari sisi perusahaan, Huawei berharap langkah ini bisa:

  • Mendorong inovasi lebih cepat, karena pengembang dari seluruh dunia bebas mengeksplorasi dan membangun di atas platform mereka.

  • Meningkatkan adopsi chip Ascend, karena semakin banyak model dan aplikasi yang tersedia secara terbuka.

  • Mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, sejalan dengan visi Tiongkok untuk mandiri secara teknologi.


Respon Komunitas Teknologi: Antusias Tapi Tetap Waspada

Langkah Huawei ini mendapat sambutan positif dari banyak kalangan. Para analis menilai keputusan open source ini sebagai langkah cerdas yang bisa mempercepat adopsi global terhadap ekosistem Huawei.

“Huawei tampaknya sedang membangun fondasi ekosistem teknologi masa depan: dari chip, software, hingga komunitas global,” ujar seorang analis teknologi dari Omdia.

Namun, tidak semua tanggapan bernada optimis. Di GitHub, beberapa pengembang sempat mempertanyakan keaslian model Pangu, menuding adanya kemiripan dengan model AI milik Alibaba. Huawei dengan tegas membantah tudingan tersebut dan memastikan bahwa semua model mereka dikembangkan secara independen di atas teknologi Ascend.


Kesimpulan: Awal Baru dari Timur?

Peluncuran ekosistem open source ini menandai babak baru dalam persaingan teknologi global. Di saat dominasi perusahaan-perusahaan Barat mulai dipertanyakan, Huawei muncul sebagai penantang serius — membawa semangat kolaboratif dan inovatif.

Bagi komunitas teknologi, langkah ini membuka peluang besar. Dan bagi Huawei, ini bisa menjadi tiket menuju panggung utama dunia AI.

“Teknologi yang besar bukan hanya tentang kecanggihan, tapi tentang siapa yang bisa berbagi dan membangun bersama.”

TAG:huaweiopen source
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Sudah Menang Tender Rp9,2 Miliar, Jalan Kembayan-Balai Sebut Masih Rusak Parah, Warga Bertanya-tanya
Jelang Nataru, TPID Sanggau Gelar Monitoring Terpadu, Pastikan Stok dan Stabilitas Harga Pangan Aman
Sanggau Jadi Magnet Pingpong Kalbar, Atlet dari Melawi Hingga Sambas Bertarung di Kecala Cup 3
BNNK Sanggau Luncurkan Desa Bersinar di Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau
Ngopi Santai, Sinergi Kuat! PLN IP UBP dan UP3 Sanggau Dekatkan Diri dengan Media Lokal

Berita Menarik Lainnya

Intip Galaxy S26 Plus: Layar Premium, AI Lebih Pintar, dan ‘Perang’ Exynos vs Snapdragon
2 bulan lalu
Lebih Besar, Lebih Kuat — Review Awal OPPO Find N6
2 bulan lalu
Generasi AI Google: Pixel 10 dan Pixel 10 Pro XL Tiba — Kamera Super, Magnet Qi2, dan Fitur Gemini Bikin Ponsel ‘Pintar’ Nyata
2 bulan lalu
REDMAGIC 11 & 11 Pro: Ponsel Gaming yang Menantang Batas — Baterai Raksasa, Pendingin Cair, dan Chip Terbaru
3 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar