Jakarta, 23 Agustus 2025 — Tangisan Immanuel Ebenezer, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang terseret kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 oleh KPK, menjadi sorotan tajam publik. Dalam suasana penuh emosi, Noel memohon amnesti kepada Presiden Prabowo Subianto, namun permintaannya tak mendapat jawaban manis. Justru beberapa jam setelah pengakuannya, Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk memberhentikannya dari jabatan.
Langkah ini bukan sekadar keputusan hukum, tapi juga sinyal politik: Prabowo ingin menegaskan citra pemerintahannya yang tegas terhadap korupsi, bahkan jika yang tersangkut adalah pejabat pilihannya sendiri.
Kasus ini tidak hanya sebatas korupsi pejabat, tetapi juga membuka ruang spekulasi politik.
-
Prabowo Tegas, Citra Pemerintahan Naik?
-
Pencopotan cepat terhadap Noel bisa meningkatkan kepercayaan publik bahwa Prabowo tidak main-main dalam pemberantasan korupsi.
-
Namun, publik juga akan menguji apakah ketegasan ini konsisten jika kasus serupa menjerat pejabat lain di kabinet.
-
-
Relawan Jokowi yang Terpeleset
-
Noel dulunya dikenal sebagai tokoh relawan Jokowi Mania (JoMan), yang kemudian beralih mendukung Prabowo.
-
Kasus ini bisa dimanfaatkan lawan politik untuk menggambarkan rapuhnya barisan mantan relawan Jokowi yang merapat ke Prabowo.
-
-
Stabilitas Koalisi Pemerintahan
-
Beberapa partai koalisi mungkin melihat pencopotan ini sebagai langkah positif.
-
Tapi ada pula kemungkinan muncul ketegangan, terutama jika ada pejabat lain dari kalangan relawan atau partai yang terseret kasus serupa.
-
-
KPK dalam Sorotan
-
Tindakan cepat KPK menahan Noel dinilai menegaskan independensi lembaga antirasuah.
-
Namun, sebagian warganet di media sosial mempertanyakan: apakah KPK berani menindak tegas pejabat lain yang lebih berpengaruh di lingkaran kekuasaan?
-
Reaksi Publik & Media Sosial
-
Twitter/X: Banyak pengguna menyoroti “ironi” Noel, yang dulu pernah mendesak penegakan hukum terhadap Prabowo saat masih di kubu lawan, tapi kini justru dirinya yang meminta amnesti.
-
Instagram & TikTok: Video tangisan Noel di KPK viral dengan ribuan komentar, sebagian netizen menaruh iba, namun tak sedikit yang menyindir bahwa “air mata bukan tiket bebas hukum”.
-
Media mainstream: Menekankan dua sisi: drama manusiawi Noel yang memohon ampun, dan sikap tegas Prabowo yang tak memberi ruang negosiasi.
Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya?
-
Penguatan Citra Prabowo
Jika konsisten menindak tegas kasus korupsi, Prabowo bisa membangun reputasi sebagai presiden yang tidak kompromi. Hal ini penting bagi legitimasi politiknya di tahun-tahun awal pemerintahan. -
Serangan Balik dari Oposisi
Lawan politik bisa saja menggunakan kasus Noel sebagai “senjata moral” untuk menyerang koalisi Prabowo, dengan narasi bahwa pemerintah diisi oleh orang-orang bermasalah. -
Efek Domino di Kabinet
Ada kekhawatiran publik: apakah Noel hanyalah “puncak gunung es”? Jika ada pejabat lain yang tersangkut kasus serupa, pemerintahan bisa diguncang reshuffle lebih cepat dari yang diperkirakan. -
Spekulasi Remisi atau Ampunan
Walau permohonan Noel ditolak secara simbolik, masih ada pertanyaan: apakah ke depan ia bisa mendapat keringanan hukuman lewat jalur hukum lain? Hal ini bisa memicu perdebatan publik tentang konsistensi “zero tolerance” Prabowo.
