Sanggau— Haloklbar.com
Tim gabungan dari Polsek dan Koramil Tayan Hulu menunjukkan respons cepat dalam mengatasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Sabtu 23 Agustus 2025 sore,
Tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan ground check terhadap puluhan titik panas (hotspot) yang terdeteksi satelit di wilayah Kecamatan Tayan Hulu.
Kapolsek Tayan Hulu, Iptu H. Pintor Hutajulu, menjelaskan bahwa pengecekan ini dilakukan setelah satelit NASA-SNPP-NOAA20 mendeteksi 56 hotspot, 11 di antaranya berkategori sedang.
Sebanyak 8 personel polisi dan 3 personel TNI pun dikerahkan untuk menyusuri beberapa desa, seperti Desa Pandan Sembuat, Menyabo, Riyai, Kedakas, hingga Sosok.
Dalam pengecekan yang berlangsung hingga malam hari ini, tim menemukan bahwa titik api berasal dari lahan-lahan pertanian milik warga yang sedang dibersihkan untuk menanam padi.
Luas lahan yang dicek bervariasi, mulai dari setengah hingga hampir satu hektare. Yang terpenting, seluruh lahan berada di tanah mineral dan sudah memiliki sekat pembatas untuk mencegah api meluas.
Para pemilik lahan mengaku sengaja membakar untuk membersihkan lahan, namun mereka memastikan tetap berada di lokasi dengan peralatan sederhana untuk mengendalikan api.
Hasilnya, saat tim gabungan tiba, seluruh titik api sudah dalam kondisi padam.
“Pengecekan ini merupakan langkah preventif sekaligus evaluasi. Kami mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati, selalu menyiapkan alat pemadam, dan tidak meninggalkan lokasi saat pembakaran dilakukan. Pencegahan lebih baik daripada penindakan,” tegas Kapolsek.
Selain melakukan pendataan lokasi dan identitas pemilik lahan, tim juga aktif melakukan sosialisasi. Mereka kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mencegah Karhutla dan mematuhi aturan hukum, termasuk peraturan yang memperbolehkan pembakaran lahan terbatas sesuai kearifan lokal.
Meski demikian, Kapolsek menegaskan bahwa kearifan lokal tidak boleh disalahgunakan.
“Prinsipnya, membakar lahan boleh dengan aturan ketat, tapi harus menghindari risiko kebakaran besar,” jelasnya.
Kegiatan ini berhasil memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Aparat pun berjanji akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan, terutama saat memasuki musim kemarau, untuk mencegah bencana Karhutla di wilayah Sanggau.(***)
