Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD Sumut, Aksi di Medan Berujung Ricuh dan Puluhan Diamankan

Medan, 27 Agustus 2025 — Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara pada Selasa–Rabu, 26–27 Agustus 2025. Aksi yang menolak kenaikan tunjangan anggota legislatif dan menuntut reformasi itu sempat memanas: pagar gedung jebol, sejumlah massa membakar ban, bentrokan singkat terjadi dengan aparat, dan puluhan demonstran ditangkap.

Aksi dimulai siang hari dengan orasi dan longmarch menuju Jalan Imam Bonjol. Massa yang terdiri dari aliansi mahasiswa (termasuk elemen Cipayung dan BEM) berusaha mendekati gerbang DPRD. Beberapa video siaran langsung memperlihatkan massa merobohkan pagar dan masuk hingga halaman gedung sebelum dihalau petugas keamanan. Kericuhan makin meningkat ketika ada aksi pembakaran ban dan pelemparan, yang kemudian direspons penertiban oleh polisi dan satuan pengaman lainnya.

Beberapa media lokal melaporkan adanya luka-luka di kedua kubu: anggota kepolisian dan pengunjuk rasa. Jumlah warga yang diamankan bervariasi menurut sumber—laporan menyebut 39 hingga 44 orang ditangkap saat pengamanan berlangsung—sementara sejumlah mahasiswa dikabarkan sempat pingsan dan mendapat perawatan. Organisasi mahasiswa mengecam tindakan represif dan menuntut pembebasan rekan-rekannya.

Dalam orasi dan spanduk yang beredar di media sosial, tuntutan utama adalah penolakan kenaikan tunjangan anggota DPR/anggota legislatif, peningkatan transparansi anggaran, serta dorongan reformasi kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat. Beberapa kelompok juga mengangkat isu lokal dan persoalan ketenagakerjaan yang berkorelasi dengan agenda aksi buruh nasional.

Polda Metro setempat dan Polrestabes Medan menurunkan personel untuk mengamankan lokasi; laporan menyebutkan penggunaan penghalau massa dan upaya evakuasi titik-titik kerusuhan. Pemerintah daerah menyatakan akan menindaklanjuti insiden ini serta mengkaji rekaman kejadian untuk proses lebih lanjut. Beberapa pengamat menyoroti praktik penanganan massa yang dinilai keras oleh kalangan mahasiswa dan lembaga advokasi.

Rekaman video dari YouTube, Instagram reels, dan unggahan X/ Facebook yang viral mempercepat penyebaran kronologi kejadian — dari momen pagar jebol hingga polisi berjaga ketat. Redaksi yang memantau unggahan mencatat adanya potongan video berbeda konteks; pembaca disarankan memeriksa sumber asli dan tanggal unggahan sebelum menyimpulkan kronologi penuh.

Aliansi mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lanjutan bila rekan-rekannya belum dibebaskan dan tuntutan tidak direspons. Sementara itu, DPRD Sumut dan aparat memberi sinyal akan membuka saluran dialog, namun belum ada jadwal resmi pertemuan yang diumumkan pada saat peliputan ini. Proses hukum terhadap peserta yang ditangkap juga sedang berjalan.

Bagikan
Exit mobile version