Dari Jalanan Hingga Media Sosial, Suara Buruh & Mahasiswa Menggema di Depan DPR

Jakarta, 28 Agustus 2025 — Ribuan buruh bersama elemen mahasiswa menggelar unjuk rasa besar di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis, 28 Agustus 2025. Aksi menuntut kenaikan upah, penghapusan outsourcing, dan kebijakan pro-pekerja lain ini memaksa aparat menerapkan pengalihan arus serta penempatan pasukan pengamanan dalam jumlah besar. Unjuk rasa dimulai sejak pagi hari ketika massa dari berbagai serikat pekerja dan organisasi mahasiswa berdatangan ke kawasan Senayan. Orasi bergantian dan konvoi truk orator menjadi pemandangan umum; beberapa video siaran langsung yang ditayangkan oleh sejumlah saluran YouTube memperlihatkan kerumunan padat dan aksi orasi di dekat gerbang parlemen. Sejumlah kanal media nasional juga menayangkan kondisi lapangan secara langsung sepanjang hari.

Koalisi serikat pekerja menyatakan tuntutan utama meliputi kenaikan upah minimum (angka tuntutan dipatok antara 8,5–10,5 persen menurut beberapa serikat), penghapusan outsourcing, dan penguatan hak pekerja. Beberapa laporan lapangan menyebutkan jumlah peserta aksi mencapai ribuan, dengan massa memadati halaman dan ruas jalan sekitar DPR.

Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya demonstrasi; dalam beberapa pemantauan disebutkan ratusan hingga ribuan personel dari Kepolisian dan instansi terkait disiagakan di titik-titik strategis. Aparat juga mengimbau agar peserta tidak melakukan siaran langsung yang berpotensi memicu kericuhan melalui platform tertentu.

Satuan lalu lintas menerapkan rekayasa arus di sejumlah ruas yang mengarah ke Senayan dan seputar Istana untuk menjaga mobilitas pengguna jalan. Rute TransJakarta dan beberapa layanan KRL berpotensi mengalami pengalihan atau penutupan sementara, sehingga masyarakat diimbau mencari jalur alternatif. Imbasnya, stasiun dan halte di sekitar area demo dilaporkan ramai dan beberapa moda mengalami penyesuaian operasional.

Sejumlah liputan video memperlihatkan massa menyalakan flare, berorasi keras, dan ada laporan kecil mengenai aksi pembakaran ban di beberapa titik yang kemudian dipadamkan. Meski demikian, sebagian besar liputan merekam jalannya aksi yang tetap terkendali oleh petugas hingga sore hari. Redaksi juga mencatat adanya upaya pencegahan terhadap pelibatan pelajar oleh aparat keamanan.

Unggahan lewat YouTube live, Instagram reels, dan cuitan di X mempercepat penyebaran cuplikan aksi; beberapa potongan video menjadi rujukan media nasional untuk menayangkan kronologi. Polda menyatakan memantau aktivitas di platform tersebut untuk mengantisipasi penyebaran konten provokatif. Pembaca diingatkan untuk memverifikasi tanggal dan konteks video sebelum menyimpulkan kejadian.

Hingga peliputan ini, pernyataan resmi dari pimpinan DPR lebih menekankan niat membuka ruang dialog sementara pemerintah daerah dan kepolisian menegaskan komitmen menjaga ketertiban serta keselamatan publik. Sejumlah serikat juga menyatakan akan mengevaluasi langkah politik lanjutan bila tuntutan tidak ditanggapi secara substansial. (Sumber: rilis media dan pemantauan langsung liputan lapangan).

Bagikan
Exit mobile version