Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jalur Internasional Sanggau-Entikong Terendam Banjir, BPBD: Ketinggian Capai 50 CM
    5 jam lalu
    Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
    24 jam lalu
    Tanggap Bencana, BPBD Sanggau Sediakan Layanan Call Center 24 Jam: Catat Nomornya!
    24 jam lalu
    Wujudkan Swasembada Pangan, Yon TP 833 Bumi Daranante Gelar Tanam Padi Perdana di Desa Lape
    1 hari lalu
    Rayakan Satu Abad, Paroki Katedral Sanggau Gelar Talkshow Inspiratif: “Belajar dari Sejarah untuk Membuat Sejarah”
    1 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kesehatan > PM2.5 & NO₂ dari Knalpot: Dari Serangan Asma hingga Risiko Dementia
Kesehatan

PM2.5 & NO₂ dari Knalpot: Dari Serangan Asma hingga Risiko Dementia

VIVM
Diperbarui: 22/09/2025 0:07
VIVM
4 bulan lalu
Bagikan

Senin, 22 Septeber 2025 – Asap kendaraan adalah campuran kompleks: partikel halus (PM2.5 dan ultrafine particles), NO₂, karbon monoksida (CO), ozon sekunder, dan sejumlah senyawa organik volatil dan logam berat. Partikel berukuran <2.5 mikrometer (PM2.5) paling berbahaya karena mampu menembus sampai ke aliran darah dan menyebar ke organ-organ vital. Paparan kronis atau berulang memicu peradangan sistemik, stres oksidatif, dan perubahan vaskular yang pada akhirnya meningkatkan kejadian penyakit kardiovaskular dan kematian dini.

Konten
Bukti klinis: jantung, paru, dan risiko kematianEfek jangka panjang: kanker paru, gangguan perkembangan, dan otakMekanisme biologis — bagaimana asap “menyerang” tubuhDampak lingkungan dan sosial-ekonomi

Bukti klinis: jantung, paru, dan risiko kematian

Studi besar dan review meta menunjukkan hubungan kuat antara PM2.5/NO₂ dan penyakit jantung, stroke, serta kematian dini. Bahkan paparan pada tingkat yang dulu dianggap “aman” tetap berkaitan dengan peningkatan rawat inap dan mortalitas — sehingga WHO merekomendasikan batas tahunan PM2.5 yang jauh lebih ketat (5 µg/m³). Badan lingkungan AS (EPA) juga menegaskan partikel halus meningkatkan risiko serangan jantung, perburukan asma, rawat inap, dan kematian.

Efek jangka panjang: kanker paru, gangguan perkembangan, dan otak

Paparan diesel dan emisi lalu lintas dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru pada pekerja berisiko tinggi dan populasi yang terpapar berat; agen seperti diesel exhaust telah dimasukkan dalam daftar yang menimbulkan kekhawatiran karsinogenik. Selain itu, bukti meta-analitik menunjukkan paparan TRAP (traffic-related air pollution) selama masa kanak-kanak dikaitkan dengan gangguan perkembangan pernapasan dan neurologis. Studi terbaru bahkan menemukan hubungan antara kenaikan PM2.5/NO₂ dan peningkatan risiko demensia pada populasi dewasa lanjut usia.

Mekanisme biologis — bagaimana asap “menyerang” tubuh

Partikel ultrafine dapat menembus alveoli paru lalu masuk darah, memicu inflamasi sistemik, mempercepat aterosklerosis (penumpukan plak pada pembuluh darah), dan merusak jaringan otak melalui oksidasi serta respon imun berlebih. Gas seperti NO₂ memperburuk respons saluran napas dan membuat infeksi pernapasan lebih berat. Secara kolektif, mekanisme ini menjelaskan mengapa paparan udara buruk meningkatkan kejadian asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serangan jantung, stroke, dan kerentanan neurologis.

Dampak lingkungan dan sosial-ekonomi

Selain efek kesehatan langsung, emisi kendaraan berkontribusi ke degradasi kualitas udara kota, pengendapan logam berat di tanah, serta pembentukan ozon troposfer yang merusak tanaman. Dampak kesehatan memicu beban ekonomi: lebih banyak kunjungan rumah sakit, produktivitas hilang, dan beban perawatan jangka panjang — terutama bagi kelompok rentan (anak-anak, lansia, penderita penyakit kronis, pekerja jalanan). Laporan global memperkirakan jutaan kematian terkait PM2.5 tiap tahun.

Baca juga

IQ Bukan Sekadar Angka: Begini Cara Menumbuhkan Kecerdasan Anak Sejak Dini, dan Mitos yang Perlu Anda Tahu
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong gandeng UDD PMI Sanggau lakukan Donor Darah ,Menyambut HUT RI ke 79 dan Hari Pengayoman ke 79
Dari Bioink ke Organ: Bagaimana Bioprinting Bisa Menjadi Revolusi Transplantasi dan Penelitian Kanker

  • WHO (2021/2024): Batas aman PM2.5 direkomendasikan ~5 µg/m³ per tahun; polusi luar ruangan menyebabkan ratusan ribu hingga jutaan kematian prematur tiap tahun global.

  • Studi & review meta: Paparan jangka panjang NO₂ dikaitkan dengan peningkatan risiko all-cause dan kardiovaskular 3–7%.

  • State of Global Air: PM2.5 adalah penyumbang utama beban penyakit terkait polusi udara global.

  • EPA & HEI reviews: Keterkaitan kuat antara polusi partikel kendaraan dan masalah jantung-paru; diesel exhaust berisiko karsinogenik.

(Ini adalah lima klaim paling ‘load-bearing’ — setiap klaim di atas didukung oleh laporan/ulasan ilmiah terbarukan.)

- Advertisement -
TAG:Asap KendaraanMekanisme biologisPM2.5 & NO₂Polusi Lalu Lintas
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Jelang Nataru, TPID Sanggau Gelar Monitoring Terpadu, Pastikan Stok dan Stabilitas Harga Pangan Aman
Sudah Menang Tender Rp9,2 Miliar, Jalan Kembayan-Balai Sebut Masih Rusak Parah, Warga Bertanya-tanya
Sanggau Jadi Magnet Pingpong Kalbar, Atlet dari Melawi Hingga Sambas Bertarung di Kecala Cup 3
BNNK Sanggau Luncurkan Desa Bersinar di Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau
Ngopi Santai, Sinergi Kuat! PLN IP UBP dan UP3 Sanggau Dekatkan Diri dengan Media Lokal

Berita Menarik Lainnya

Dinkes Sanggau Uji Sampel Makanan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Aman Dikonsumsi
2 bulan lalu
Musim Hujan Datang: Waspada Wabah Tersembunyi — Dari Demam Berdarah sampai Leptospirosis
3 bulan lalu
Foto : Istimewa dok Dinkes Sanggau
Dinas Kesehatan Sanggau Perluas Rabies Center
5 bulan lalu
Sanggau Targetkan Seluruh Desa Bebas BAB Sembarangan pada Tahun 2027
5 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar