Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
    18 jam lalu
    Tanggap Bencana, BPBD Sanggau Sediakan Layanan Call Center 24 Jam: Catat Nomornya!
    18 jam lalu
    Wujudkan Swasembada Pangan, Yon TP 833 Bumi Daranante Gelar Tanam Padi Perdana di Desa Lape
    22 jam lalu
    Rayakan Satu Abad, Paroki Katedral Sanggau Gelar Talkshow Inspiratif: “Belajar dari Sejarah untuk Membuat Sejarah”
    23 jam lalu
    Butuh Dana Rp 2 Miliar, Pembangunan Drainase Jalan Agus Salim Sanggau Dikerjakan Bertahap
    2 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Dapur Ditutup, Mendagri Kumpulkan Kepala Daerah: Pemerintah Mulai Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Nasional

Dapur Ditutup, Mendagri Kumpulkan Kepala Daerah: Pemerintah Mulai Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

VIVM
Diperbarui: 28/09/2025 23:17
VIVM
3 bulan lalu
Bagikan

Minggu, 28 September 2025 – Pemerintah pusat bergerak cepat: evaluasi menyeluruh program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan setelah rentetan kasus dugaan keracunan yang menimpa ribuan penerima. Langkah ini meliputi penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, audit sertifikasi higiene dapur, dan koordinasi tingkat pusat-daerah untuk memperbaiki tata kelola program. Sejak laporan keracunan pertama muncul, jumlah laporan terakumulasi mencapai ribuan korban di berbagai provinsi; angka nasional yang dilaporkan media internasional mencapai lebih dari 5.000 kasus pada akhir September 2025—mendorong tekanan publik agar program dievaluasi dan, bila perlu, dihentikan sementara di wilayah rawan. Pemerintah mengakui insiden itu merupakan bagian kecil dari milyaran paket MBG yang sudah disalurkan, namun menegaskan keamanan anak dan ibu sebagai prioritas.

Konten
Tabel: Status Sertifikasi Laik Higiene & Sanitasi (SLHS) SPPG — snapshot per 22 Sep 2025Langkah-langkah evaluasi yang diumumkan pemerintahReaksi publik, legislatif, dan pengamat

Tabel: Status Sertifikasi Laik Higiene & Sanitasi (SLHS) SPPG — snapshot per 22 Sep 2025

Keterangan Jumlah
Total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG / dapur MBG) 8.583
SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene & Sanitasi (SLHS) 34
SPPG tanpa SLHS 8.549
Sumber: Laporan Kantor Staf Kepresidenan & Kementerian Kesehatan per 22 Sep 2025.

Langkah-langkah evaluasi yang diumumkan pemerintah

  1. Penutupan sementara SPPG bermasalah — SPPG yang terindikasi menyebabkan keracunan dihentikan operasionalnya untuk pemeriksaan dan audit.

  2. Audit SLHS dan SOP — Kemenkes diminta mempercepat verifikasi SLHS, sementara KSP menyoroti perlunya standar operasi baku (SOP) keamanan pangan di semua dapur.

  3. Pemeriksaan laboratorium & uji forensik pangan — BPOM, Bareskrim (asistensi penyidikan), dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan menggelar uji untuk memastikan penyebab mikrobiologis/kimia.

  4. Konsolidasi kebijakan tingkat pusat-daerah — Mendagri dijadwalkan memanggil kepala daerah untuk pertemuan koordinasi.


Pihak berwenang menemukan beberapa titik kelemahan potensial: banyak dapur MBG belum memiliki sertifikasi higiene, SOP keamanan pangan tidak merata (hanya sebagian kecil SPPG yang diuji menyusun SOP), rantai pasok dan distribusi rentan putus suhu/pencemaran, serta kapasitas SDM dapur (juru masak) yang belum memadai. Kombinasi ini membuka peluang munculnya kontaminasi bakteri, jamur, atau kesalahan penanganan makanan.


Reaksi publik, legislatif, dan pengamat

  • Publik & orang tua menuntut transparansi: mereka meminta hasil uji lab dipublikasikan dan daftar dapur yang ditutup diumumkan.

  • DPR (Komisi terkait) dan politisi menyerukan evaluasi komprehensif, sementara beberapa anggota mendorong penangguhan program di wilayah rawan hingga audit selesai.

  • Pengamat kebijakan pangan menekankan bahwa masalah ini menuntut perbaikan jangka panjang pada tata kelola rantai pasok MBG — bukan sekadar perbaikan operasional mendesak.


Evaluasi ini bisa berujung pada beberapa skenario: perbaikan massal SOP & sertifikasi, restrukturisasi model distribusi (mis. lebih banyak dapur lokal bersertifikat), atau penggantian sementara sebagian SPPG dengan mitra yang sudah bersertifikat. Rekomendasi awal dari pakar dan Kemenkes meliputi: percepatan pemberian SLHS, pelatihan juru masak, pengamanan rantai dingin, dan standarisasi bahan baku.


“SPPG yang bermasalah ditutup untuk sementara dilakukan evaluasi dan investigasi,” ujar Menko Perekonomian/Koordinator terkait pada konferensi pers penanggulangan kejadian luar biasa program MBG.

“Dari 8.583 SPPG, hanya 34 yang memiliki SLHS — ini menunjukkan urgensi peningkatan standar dan pengawasan,” ungkap Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.

TAG:34 BersertifikatEvaluasi TotalKrisis MBGMendagri Kumpulkan Kepala Daerah
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Dukung Kebijakan Pemerintah, Warga Meliau Distribusikan BBM ke Pedalaman
Jelang Nataru, TPID Sanggau Gelar Monitoring Terpadu, Pastikan Stok dan Stabilitas Harga Pangan Aman
Sanggau Jadi Magnet Pingpong Kalbar, Atlet dari Melawi Hingga Sambas Bertarung di Kecala Cup 3
Sudah Menang Tender Rp9,2 Miliar, Jalan Kembayan-Balai Sebut Masih Rusak Parah, Warga Bertanya-tanya
BNNK Sanggau Luncurkan Desa Bersinar di Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau

Berita Menarik Lainnya

Pertamina Patra Niaga Siap Menapaki 2026, Melayani Masyarakat Sepenuh Hati
23 jam lalu
Irzam Abdillah Terpilih sebagai Ketua Umum ISKAB Se-Nusantara
2 hari lalu
Pertamina Patra Niaga Bangun Sekolah dan Pesantren Darurat di Pidie Jaya, Pastikan Pendidikan Tak Terhenti
4 hari lalu
Target Pertahankan Gelar Juara, Jakarta Pertamina Enduro Resmi Perkenalkan Skuad Proliga 2026
4 hari lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar