Sanggau, Halokalbar.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau menggelar Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Layanan Primer dalam Posyandu kepada Pokjanal Posyandu pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyinergikan upaya penguatan Posyandu dalam mendukung visi “Kesehatan Untuk Semua” dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting,melalui Sekretaris Dinas as Najori dalam sambutannya menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk mentransformasi sistem kesehatan, khususnya pada layanan primer, sejalan dengan visi Presiden mewujudkan Masyarakat sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan.
“Outcome RPJMN Bidang Kesehatan tahun 2025-2029 berfokus pada ‘Kesehatan Untuk Semua’ dengan sasaran peningkatan status kesehatan masyarakat, terutama melalui penguatan layanan kesehatan primer, pencegahan penyakit (termasuk stunting), dan peningkatan gizi seumur hidup,” ujar Najori
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan lima strategi utama:
Peningkatan Kesehatan dan Gizi berbasis siklus hidup.
Pencegahan dan Penurunan Stunting.
Penguatan Layanan dan Tata Kelola Kesehatan.
Dalam mendukung implementasi transformasi layanan primer hingga ke tingkat masyarakat, Posyandu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan dasar bagi sasaran seluruh siklus hidup.
Pemerintah menargetkan Posyandu aktif mencapai 75% dalam RPJMN tahun 2025-2029.
Untuk mencapai target ini, pembinaan secara sinergi harus dilakukan melalui Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu mulai dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, hingga Pokja Posyandu Tingkat Desa.
Pembinaan kelembagaan Posyandu dilakukan oleh Kemendagri, Dinas PMD, Camat, dan Kades, sementara pembinaan teknis diberikan oleh masing-masing sektor, termasuk Kesehatan.
Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (PerMenDaGri) No. 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), terjadi transformasi menjadi New Posyandu.
Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) berubah menjadi Tim Pembina Posyandu dengan 6 Bidang SPM (Standar Pelayanan Minimal), meliputi Bidang Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Trantibun Linmas. Implikasinya, struktur kepengurusan berubah dari Tim Pokjanal Posyandu menjadi Tim Pembina (TP) Posyandu.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau mencatat memiliki 671 Posyandu balita, 156 Posyandu Usia Produktif/Posbindu PTM, 84 Posyandu Remaja, dan 379 Posyandu Lansia yang tersebar di 15 kecamatan dan 19 Puskesmas.
Najori mengajak semua pihak untuk bekerja sama lintas sektoral, lintas bidang, dan lintas program kesehatan.
“Semua upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak atau satu program saja. Mari kita bahu-membahu agar target Posyandu siklus hidup yang aktif dan transformasi layanan primer dapat tercapai,” tegasnya.
Target yang ingin dicapai adalah Posyandu siklus hidup yang aktif, penurunan angka kematian ibu dan balita, ibu hamil terlayani standar, remaja bebas dari Napza, usia produktif terhindar dari PTM, jiwa sehat, lansia sehat di hari tua, serta tercapainya desa mandiri.
“Dengan mengucap puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Layanan Primer Posyandu kepada Pokjanal Posyandu pada hari ini Kamis 23 Oktober 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutup Najori (***)
Dinkes Sanggau Rapatkan Barisan: Dorong Transformasi Layanan Primer Posyandu untuk Capai Indonesia Emas 2045
Bagikan
