Rabu, 29 Oktober 2025 – Samsung tampaknya menarik napas dalam-dalam dan kembali mempertajam lini Galaxy S-series untuk 2026 — termasuk mengembalikan model S26 Plus yang sempat dirumorkan dihapus. Bocoran dan laporan terbaru menunjuk pada layar 6,7 inci QHD+, refresh adaptif 120Hz, peningkatan fitur AI bawaan, dan debat hangat soal chipset (Exynos 2600 vs Snapdragon). Buat pengguna yang ingin “tengah-tengah” antara versi standar dan Ultra, S26 Plus bisa jadi kompromi paling menarik di jajaran Samsung tahun depan.
Salah satu cerita terbesar menjelang peluncuran adalah kemungkinan setengah model S26 akan menggunakan Exynos 2600 buatan Samsung, sementara sisanya (khususnya pasar AS/China) bisa memakai varian Snapdragon. Jika bocoran kinerja Exynos 2600 benar, Samsung mengklaim peningkatan besar di NPU (AI) dan GPU — ini membuat debate soal performa dan efisiensi kembali memanas. Bagi konsumen, implikasinya: pengalaman AI (foto real-time, pengolah bahasa di perangkat) dan performa grafis bisa berbeda menurut region.
Laporan spesifikasi awal menyebutkan layar Dynamic AMOLED ~6,7 inci dengan resolusi QHD+ (sekitar 3120×1440) dan teknologi LTPO yang mendukung refresh adaptif hingga 120Hz — kombinasi ideal bagi pengguna yang menuntut tampilan tajam dan hemat baterai. Desain dikabarkan mempertahankan bahasa visual Galaxy: bezel tipis, modul kamera rapi, dan material premium — beberapa bocoran bahkan menyebut kemungkinan bezel/panel yang lebih tipis untuk kesan lebih ramping.
Kamera — upgrade bertahap, bukan revolusi
Untuk S26 Plus diperkirakan Samsung bakal meningkatkan sensor dan kemampuan pemrosesan gambar (terutama berkat peningkatan NPU pada chipset baru). Ekspektasi umum: kamera utama high-MP dengan OIS, lensa ultrawide tajam, serta zoom optik/hiper-resolusi yang lebih baik dibanding S25 Plus. Namun untuk kenaikan drastis (mis. sensor 200MP seperti kabar Ultra) kemungkinan besar tetap diprioritaskan untuk model Ultra.
Fitur AI & dukungan lama update
Samsung sudah terang-terangan menyuntikkan lebih banyak kemampuan AI ke S26: integrasi layanan AI pihak ketiga, opsi asisten cerdas yang lebih banyak, dan fitur edit foto/video yang lebih pintar di perangkat. Eksekutif Samsung menyebut negosiasi integrasi dengan vendor AI sedang berlangsung — sinyal bahwa S26 Plus akan mendapat peningkatan pengalaman ponsel “pintar” sehari-hari. Selain itu rumor menyebut komitmen Samsung pada dukungan software jangka panjang (patch & major OS) akan semakin diperkuat di lini S26.
Kelebihan & kekurangan
Kelebihan:
-
Layar QHD+ 6,7” dan refresh adaptif 120Hz menyajikan keseimbangan antara tajam dan halus.
-
Potensi peningkatan AI dan kamera berkat NPU lebih kuat (terutama di varian Exynos 2600).
-
S26 Plus mengisi celah pasar pengguna yang ingin fitur high-end tanpa ukuran/price tag Ultra.
Kekurangan / risiko:
-
Perbedaan chipset antar region bisa memengaruhi kinerja dan efisiensi baterai.
-
Sampai pengumuman resmi, semua angka kapasitas baterai, kamera, dan harga masih rentan berubah.
| Komponen | Samsung Galaxy S26 Plus (ringkasan) |
|---|
| Layar | ~6.7″ Dynamic AMOLED, QHD+ (3120×1440), LTPO, adaptive 120Hz. |
| SoC (chipset) | Exynos 2600 (beberapa pasar) atau Snapdragon (varian untuk AS/China) |
| RAM / Storage | Varian 12GB RAM, opsi 256GB / 512GB (Rumor). |
| Kamera belakang | Triple/quad setup: sensor utama high-MP (OIS) + ultrawide + telephoto. |
| Baterai & Charging | Perkiraan baterai di kisaran 4,600–5,000 mAh, pengisian cepat ~45–60W. |
| Sistem operasi & fitur | One UI (terbaru) berbasis Android — peningkatan AI & dukungan layanan AI 3rd-party. |
