Sanggau, Haloklbar.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sanggau mengambil langkah strategis dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Sosialisasi Integrasi Program CSR.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kabupaten pada 30 Oktober 2025 ini menjadi sangat vital karena dihadiri oleh 52 pelaku usaha skala menengah dan besar di Sanggau.
Peserta inti Bimtek tersebut perwakilan perusahaan raksasa dari sektor perkebunan dan pertambangan, dua pilar ekonomi utama Kabupaten Sanggau.
Plt. Kepala DPMPTSP Kabupaten Sanggau, Lasito, mengungkapkan kabar baik terkait capaian investasi daerah.
Menurutnya, hingga Triwulan II tahun 2025, realisasi investasi Sanggau telah mencapai angka fantastis Rp1,405 triliun ($1.405.597.980.316).
“Realisasi investasi kita sudah mencapai 98,70% dari target yang ditetapkan, yaitu Rp1,424 triliun. Angka ini membuktikan bahwa iklim investasi di Sanggau sangat kondusif dan menjanjikan, didorong oleh peran besar sektor perkebunan dan pertambangan,” tegas Lasito.
Fokus utama Bimtek ini adalah memastikan ketaatan pelaku usaha terhadap regulasi baru, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Permen Investasi/Kepala BKPM Nomor 5 Tahun 2025 mengenai Pedoman dan Tata Cara Perizinan Berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). Lasito menambahkan, sejak OSS RBA berlaku, Sanggau telah mencatatkan penerbitan 12.098 Nomor Induk Berusaha (NIB).
Bimtek ini tidak hanya membahas perizinan, tetapi juga mengagendakan sosialisasi Program Pembangunan Kabupaten Sanggau Tahun 2025-2029 (RPJMD).
Hal ini krusial agar program CSR perusahaan dapat disinergikan secara optimal dengan rencana pembangunan daerah, sebagaimana diamanatkan Pasal 5 Permen Investasi Nomor 5 Tahun 2025.
Bupati Sanggau dijadwalkan membuka acara, memberikan arahan mengenai sinergi CSR, didampingi Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah (Bapeda) Kabupaten Sanggau.
Ditempat yang sama, Sekretaris Bapperida Kabupaten Sanggau, Yulius Elto, memaparkan peningkatan signifikan dalam komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP/CSR) di daerah tersebut.
Yulius Elto mengungkapkan bahwa total realisasi TSP/CSR pada tahun 2024 mencapai Rp24.439.205.628, sebuah lonjakan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini menunjukkan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan dunia usaha. Sebanyak 57 perusahaan dan Credit Union telah melaporkan pelaksanaan CSR mereka pada tahun 2024,” jelas Yulius Elto.
Elto merinci bahwa dana CSR dialokasikan pada delapan sektor utama, dengan sektor Pembangunan Infrastruktur Dasar menjadi penerima manfaat terbesar, mencapai Rp9.847.268.667.
Hal ini sejalan dengan prioritas daerah dalam peningkatan pembangunan di perdesaan, perkotaan, dan perbatasan.
Alokasi Dana CSR/TSP Perusahaan Tahun 2024:
* Pembangunan Infrastruktur Dasar: Rp9,84 Miliar
* Sosial, Kebudayaan, dan Keagamaan: Rp3,60 Miliar
* Lingkungan Hidup: Rp3,16 Miliar
* Pendidikan: Rp2,82 Miliar
* Kesehatan: Rp1,58 Miliar
Untuk mendorong akuntabilitas, Pemerintah Daerah menyiapkan penghargaan Sabang Merah Award bagi perusahaan berprestasi dalam CSR.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan kontribusi terukur, seperti penanganan stunting (kesehatan), peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM), hingga intervensi kebencanaan.(***)
CAPAI 98,70%! Investasi Sanggau Nyaris Sentuh Target, DPMPTSP Genjot Perizinan Berbasis Risiko untuk 52 Perusahaan
