Sanggau,Haloklbar.com – Upaya penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan terus digencarkan di Kabupaten Sanggau.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau secara resmi membuka Pelatihan Kader Saka Bhakti Husada (SBH) Tahun Anggaran 2025 pada Selasa, 4 November 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari Kepala Puskesmas, penanggung jawab promosi kesehatan, guru pembina pramuka, dan siswa/siswi SMA/SMK dari Kecamatan Kapuas, Mukok, dan Parindu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting, dalam sambutan pembukaannya menekankan peran vital SBH.
“Saka Bakti Husada adalah wadah untuk pengembangan minat, peningkatan pengetahuan, dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan,” ujar Kepala Dinas.
Pelatihan ini bertujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan, menyegarkan kader, serta mewujudkan generasi muda yang cakap dan mampu menjadi agen perubahan kesehatan melalui kegiatan kepramukaan.
Tujuan besarnya adalah memberdayakan anggota gerakan pramuka untuk menjadi kader pembangunan di bidang kesehatan, berjiwa nasional, cakap, dan mampu menjadi pendidik sebaya yang menggerakkan masyarakat dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan Saka Bhakti Husada yang dilakukan pemerintah, sejalan dengan Permenkes Nomor 38 Tahun 2019 tentang Pembinaan Satuan Karya Pramuka Bhakti Husada.
Panitia menyoroti enam satuan terkecil yang menjadi fokus dalam Saka Bhakti Husada, yaitu:
Krida Bina Lingkungan Sehat
Krida Bina Keluarga Sehat
Krida Pengendalian Penyakit
Krida Bina Gizi
Krida Bina Obat
Krida Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Para peserta menerima pembekalan materi penting, termasuk Kebijakan Saka Bhakti Husada dan Kepramukaan, yang disampaikan secara interaktif oleh pejabat-pejabat kunci di Gerakan Pramuka dan Dinas Kesehatan.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Stephanus Jonedi, S.ST, dalam laporannya memohon dukungan penuh dari Kadinkes. Permohonan ini disambut baik, karena Kepala Dinas Kesehatan menekankan pentingnya sinergi:
Dinkes Kabupaten/Kota bertugas merumuskan kebijakan operasional, menyediakan Pamong/Instruktur, memberikan dukungan sumber daya, dan berkoordinasi dengan Kwartir Cabang.
Unit Kesehatan lainnya (Puskesmas) berperan penting dalam membentuk Pangkalan SBH, menyediakan instruktur, dan mendukung proses belajar-mengajar Krida.
Kepala Dinas berharap, penyelenggaraan SBH ini dapat bersinergi dengan program pemerintah di bidang kesehatan dan mencapai visi Gerakan Pramuka: “Terdepan dalam pendidikan nonformal bagi kaum muda agar berkarakter dan berkecakapan hidup.”
Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sanggau, Kepala UPT Puskesmas Sanggau, Tanjung Sekayam, Kedukul, dan Pusat Damai, serta guru dan siswa peserta pelatihan.(***)