Tragedi Cuaca Ekstrem Sanggau: Mardiyanto Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Parindu, Kerugian Capai Rp50 Juta

Sanggau, Haloklbar.com – Sebuah insiden tragis akibat cuaca ekstrem melanda Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, pada Kamis 20 November 2025).

Seorang warga, Mardiyanto (31), meninggal dunia setelah tertimpa pohon besar yang tumbang diterjang angin puting beliung saat ia sedang memperbaiki instalasi listrik di rumah warga.

Korban yang merupakan warga Dusun Wonosari, Desa Suka Mulya, Parindu, sempat dilarikan ke dua rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.


Peristiwa nahas ini terjadi di Dusun Pulau Mpoh, Desa Gunam, Kecamatan Parindu. Berdasarkan keterangan saksi, Mardiyanto bersama rekannya, David Indrayanto, datang ke rumah Palansius Alex (27) setelah menerima laporan adanya gangguan listrik.

Saat pengecekan dilakukan, cuaca sedang memburuk, ditandai dengan hujan deras dan angin kencang.
“Korban memeriksa pitingan lampu di dapur, sementara saya di ruang tamu memantau,” ujar David, rekan korban.

Beberapa saat kemudian, David mendengar suara dentuman keras. Ia bergegas menuju dapur dan mendapati pohon besar telah tumbang, menghancurkan sebagian dapur rumah dan menimpa tubuh korban.

David bersama pemilik rumah segera mengevakuasi Mardiyanto dan membawanya ke RSUD Sanggau.

Hasil rontgen menunjukkan korban mengalami pergeseran parah pada tulang ekor dan keretakan hebat di kaki kiri.

Melihat kondisi yang terus menurun, tim medis merujuk korban ke RS Mitra Medika Pontianak pada Jumat dini hari 21 November 2025 sekitar pukul 02.00 WIB.

Namun, setibanya di Pontianak pukul 06.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah.

Selain korban jiwa, puting beliung dan pohon tumbang ini juga menyebabkan kerusakan berat pada bagian dapur rumah Palansius Alex dengan estimasi kerugian mencapai Rp50 juta.

Menyikapi tragedi ini, Polsek Parindu bergerak cepat. Kapolsek Parindu, Ipda N. Ling,menyampaikan duka cita mendalam.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Mardiyanto. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem,” tegas Ipda N. Ling.

Pihak Polsek bersama Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan tokoh adat telah berkoordinasi untuk melakukan langkah penanganan cepat, termasuk pengecekan kondisi lingkungan untuk mencegah potensi kejadian serupa.

Polisi mengimbau masyarakat Sanggau agar berhati-hati dan segera melaporkan bila ada pohon rapuh atau kondisi lingkungan lain yang berpotensi membahayakan selama intensitas hujan dan angin kencang masih tinggi.(***)

Bagikan
Exit mobile version