Waspada Stunting! Dinkes Sanggau Pastikan Layanan Gizi Balita Standar, SPPG Kunci Intervensi Cepat

Sanggau, Haloklbar.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau mengintensifkan upaya pencegahan dan penanggulangan masalah gizi masyarakat, termasuk stunting dan kekurangan gizi pada balita.

Melalui penjaminan standar layanan pemeriksaan gizi dan optimalisasi Sistem Pencatatan dan Pelaporan Gizi (SPPG), Dinkes berkomitmen memastikan intervensi kesehatan tepat sasaran.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Sanggau, Stepanus Jonedi, menekankan pentingnya peran Dinkes dalam menjamin kualitas layanan di lapangan.

“Kami memastikan layanan pemeriksaan gizi berjalan dengan standar yang telah ditetapkan. Mulai dari pelatihan petugas, penyediaan alat ukur, hingga pemantauan rutin, semuanya menjadi bagian dari peran Dinkes,” ujar Jonedi, Jumat 6 Desember 2025 Melayu WhatsApp kepada Haloklbar.com

Jonedi menjelaskan bahwa SPPG (Sistem Pencatatan dan Pelaporan Gizi) adalah instrumen krusial dalam mendeteksi dini masalah gizi.

Dinkes Sanggau secara aktif melakukan pembinaan dan supervisi untuk memastikan seluruh tenaga kesehatan memahami prosedur pelayanan yang benar.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi di tingkat akar rumput. Jonedi menyoroti perlunya kolaborasi erat antara Puskesmas, kader Posyandu, dan pemerintah desa agar SPPG dapat berjalan optimal.

“Dengan sinergi tersebut, data gizi masyarakat dapat diperoleh secara lebih cepat dan akurat sehingga intervensi dapat dilakukan tepat waktu. Ini sangat penting untuk menekan angka stunting di Sanggau,” tambahnya.

Data Gizi Jadi Dasar Kebijakan Intervensi Efektif
Lebih lanjut, Dinkes Sanggau juga berperan vital dalam analisis data SPPG.

Data yang terkumpul tidak hanya dicatat, melainkan diolah menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan masyarakat dan perancangan program intervensi yang lebih efektif, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap wilayah.(***)

Bagikan
Exit mobile version