Sanggau, Haloklbar.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong percepatan peremajaan perkebunan karet rakyat melalui sinergi dengan berbagai pihak.
Hal ini ditegaskan dalam acara penyerahan 15.000 bibit karet klon IRR 112 dari GAPKINDO kepada masyarakat Desa Tae, Kabupaten Sanggau, Senin 15 Desember 2025
Hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar, Ignasius Ik, menyampaikan pesan penting terkait keberlanjutan sektor perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Ignasius Ik menjelaskan bahwa keterbatasan produktivitas karet saat ini seringkali disebabkan oleh faktor usia pohon yang sudah tidak produktif dan penggunaan bibit yang tidak standar.
“Kami membawa amanat dari Pemerintah Provinsi bahwa bantuan 15.000 bibit dari GAPKINDO ini adalah bagian dari solusi strategis. Dengan menggunakan klon unggul IRR 112, kita berharap kebun masyarakat Desa Tae memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujar Ignasius Ik.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi sangat mengapresiasi langkah GAPKINDO Kalbar yang telah berkontribusi nyata dalam membantu petani, mengingat komoditas karet merupakan salah satu unggulan ekspor Kalimantan Barat.
Selain menyerahkan bantuan secara simbolis, Ignasius Ik menekankan bahwa Dinas Perkebunan akan terus melakukan pengawasan dan memberikan bimbingan teknis agar bantuan bibit tersebut tidak hanya sekadar ditanam, tetapi dirawat hingga menghasilkan.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Melalui sinergi bersama Anggota DPR RI Paolus Hadi yang hadir hari ini, kita harapkan kebijakan dari pusat hingga ke daerah sinkron untuk menyejahterakan petani karet kita,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IV Paolus Hadi, Camat Balai Batang Tarang, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran perwakilan Pemerintah Provinsi ini mempertegas bahwa Desa Tae menjadi salah satu titik perhatian dalam pengembangan klaster perkebunan karet unggul di Kabupaten Sanggau.
Kepala Desa Tae menyambut baik kehadiran Kadisbun Kalbar dan jajaran. Menurutnya, dukungan dari tingkat provinsi memberikan rasa percaya diri bagi kelompok tani untuk kembali menekuni budidaya karet dengan standar teknis yang lebih modern.
Acara diakhiri dengan diskusi singkat antara Kadisbun Kalbar dengan para petani mengenai kendala lapangan dan ketersediaan pupuk untuk mendukung pertumbuhan bibit yang baru diserahkan tersebut.(***)