Jaringan Terorganisir di Balik Tambang Emas Ilegal : Siapa Dalang Suplai BBM, Merkuri, dan Logistik Lainnya?

Foto : Ilustrasi AI


Haloklbar.com – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kalbar terus menjadi sorotan utama. Meskipun aparat sering melakukan penertiban, kegiatan ini seolah tidak ada habisnya.

Masalahnya bukan hanya pada penambang di lapangan, melainkan pada sebuah jaringan terorganisir yang memfasilitasi seluruh operasional mereka.

Dari hasil investigasi  terungkap bahwa ada pemodal besar yang disebut cukong di balik aktivitas PETI. Para cukong ini tidak turun langsung ke lokasi tambang. Sebaliknya, mereka mengendalikan semua dari balik layar melalui jaringan yang rapi dan terstruktur.

BBM (Bahan Bakar Minyak): Untuk menggerakkan mesin-mesin tambang, diperlukan bahan bakar dalam jumlah besar. Cukong-cukong ini tidak membeli BBM dari SPBU resmi. Mereka diduga bekerja sama dengan penyalur ilegal yang menyelewengkan BBM bersubsidi.

BBM ini kemudian didistribusikan ke lokasi tambang melalui jalur-jalur tikus menggunakan armada khusus, seringkali tanpa pengawasan.

Merkuri (Raksa): Merkuri adalah bahan kimia berbahaya yang vital untuk proses pemisahan emas. Dalang suplai merkuri ini diduga memiliki jaringan yang lebih luas, bahkan melibatkan penyelundupan dari luar negeri.

Merkuri ilegal ini masuk melalui pintu-pintu rahasia dan disalurkan ke para penambang dengan harga tinggi oleh distributor yang bekerja untuk para cukong.

Logistik Lainnya: Selain BBM dan merkuri, para cukong juga bertanggung jawab untuk menyediakan logistik lain seperti peralatan berat, makanan, dan kebutuhan sehari-hari para penambang.

Sistem ini membuat penambang di lapangan sangat bergantung pada mereka, sehingga sulit untuk keluar dari lingkaran PETI.

Laporan juga mengindikasikan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat atau pejabat yang memberikan perlindungan atau mempermudah jalan bagi para cukong. Keterlibatan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa PETI sulit diberantas.

Jaringan yang terorganisir ini membuat penegak hukum kesulitan untuk menembus dan menangkap dalang utamanya.

Penertiban yang hanya menyasar para penambang di lapangan tidak akan menyelesaikan masalah.

Selama rantai pasok logistik ilegal ini tidak terputus dan para cukong tidak ditindak tegas, aktivitas PETI akan terus berlanjut.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan aparat untuk menjaga kelestarian Sungai dan hutan  dan kesejahteraan masyarakat sekitar.(***)

Bagikan
Exit mobile version