Wabup Sanggau Tutup Program NAM Kolaborasi dengan Australia: Guru Bahasa Inggris Jadi Ujung Tombak Menuju Indonesia Emas.

Sanggau,Halokalbar.com  – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, secara resmi menutup program kolaborasi internasional Needs Analysis-based Mentoring (NAM) atau Pilot Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan. Acara penutupan ini berlangsung di Aula Bapenda Kabupaten Sanggau pada Selasa, 24 Februari 2026 yang lalu.

Dalam sambutannya, Susana menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris merupakan langkah krusial.

Menurutnya, guru adalah ujung tombak dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di kancah global.

“Di zaman sekarang, Bahasa Inggris merupakan keharusan. Ini menjadi PR bagi tenaga pendidik agar anak-anak Sanggau bisa berbahasa Inggris dengan baik dan tentunya bisa go international,” ujar Susana Herpena.

Program NAM yang dilaksanakan setiap hari Sabtu sejak 24 Januari hingga 21 Februari 2026 ini melibatkan 28 guru Bahasa Inggris di Kabupaten Sanggau.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi apik antara:University of New England (UNE), Australia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP RI) melalui Kemendikti RI

Susana mengapresiasi karena program inovatif ini baru pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia, dan Kabupaten Sanggau dipilih sebagai lokasi perdana.

“Kami selalu siap menerima program positif untuk mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045, khususnya di Bumi Daranante ini,” tambah mantan anggota DPRD Sanggau tiga periode tersebut.


Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Angela Asri Purnamasari, S.Pd., MBA, M.Ed. in TESOL, putri daerah Sanggau yang tengah menempuh studi doktoral di UNE Australia, serta Principal Supervisor, Prof. Joshua Matthews, atas dedikasi mereka selama lebih dari satu bulan mendampingi para guru.

Sementara itu, Angela Asri Purnamasari mengaku terharu atas suksesnya program ini. Baginya, NAM bukan sekadar bagian dari penelitian disertasi, melainkan wujud pengabdian untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tanah kelahirannya.

“Saya tidak pernah membayangkan kita dapat menyelesaikan NAM Pilot Program ini dengan sukses. Terima kasih kepada Bapak Bupati Yohanes Ontot yang merestui sejak awal, Ibu Wabup, serta jajaran Bapenda dan Dinas Pendidikan,” ungkap Angela yang juga merupakan dosen UKI Jakarta.

Program ini juga didukung oleh 7 mentor dari berbagai universitas ternama, seperti UKI Jakarta, Universitas Atma Jaya, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Satya Wacana.

Angela berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada seremoni penutupan saja, melainkan menjadi pemantik kemitraan yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi demi masa depan siswa di Sanggau.(***)

Bagikan
Exit mobile version