Sanggau, Halokalbar.com – Tim pabrik Kepodang Mill PT GKM bergerak cepat melakukan pengecekan kondisi air di hulu dan hilir Sungai Seberu serta Sungai Setogor, Kabupaten Sanggau.
Langkah ini diambil guna memastikan kualitas air sungai sekaligus menjawab dugaan pencemaran yang sempat beredar.
Berdasarkan hasil uji laboratorium terbaru, parameter kualitas air di wilayah tersebut dinyatakan berada di bawah ambang batas aman dan dalam kondisi normal.
Dari hasil pengujian sampel air, tercatat angka-angka berikut:
pH (Tingkat Keasaman): 7.27 (Normal/Sehat) , Turbidity (Kekeruhan): 20.2 NTU, TDS (Total Dissolved Solids): 140 ppm
Manajer Pabrik Kepodang Mill GKM, Adam, menjelaskan bahwa angka pH 7.27 menunjukkan kondisi air yang sehat, tidak asam, dan sesuai dengan standar organisasi kesehatan dunia (WHO).
“Secara teknis, jika ada indikasi pencemaran limbah, nilai pH pasti akan bergejolak atau tidak normal. Sementara hasil lab kami jelas menunjukkan angka 7.27 yang artinya air masih sangat aman,” ujar Adam kepada media, Kamis 19 Maret 2026 yang lalu.
Terkait kondisi visual air yang tampak sedikit keruh, Adam mengklarifikasi bahwa nilai turbidity 20.2 disebabkan oleh faktor alami seperti lumpur, lempung, dan bahan organik, layaknya karakteristik sungai pada umumnya.
Sementara itu, kadar TDS sebesar 140 ppm menunjukkan tingkat partikel tersuspensi yang sangat rendah. “Warna hitam yang terkadang terlihat itu berasal dari dasar sungai, bukan karena pencemaran limbah pabrik,” tegasnya.
Bukti nyata kesehatan sungai juga terlihat dari aktifnya ekosistem air. Saat peninjauan lapangan pada Kamis siang, tim masih menemukan ikan baong dan ikan gabus yang muncul ke permukaan.
Hal ini diperkuat oleh kesaksian warga sekitar yang ikut turun ke lokasi. Menurut warga, aktivitas memancing masih menjadi pemandangan sehari-hari di area tersebut.
“Sering kontraktor dan warga lain mancing di sini. Banyak ikan baong dan gabus yang muncul. Kalau memang air di sini tercemar, kami tidak mungkin dapat ikan. Di pinggir sungai pun tanaman pisang masih tumbuh subur,” ungkap salah seorang warga di lokasi.
Kondisi serupa juga ditemukan di aliran Sungai Keladang 1. Meski sebagian terlihat keruh karena endapan lumpur dasar, lokasi tersebut tetap menjadi titik favorit warga untuk mencari ikan.
Dengan hasil lab dan fakta lapangan ini, pihak PT GKM menegaskan bahwa Sungai Setogor tetap berfungsi sebagai sumber penghidupan bagi makhluk hidup dan rantai makanan ekosistem di dalamnya.(***)
Pastikan Aman, PT GKM Bedah Hasil Uji Lab Sungai Seberu dan Setogor ke Publik




