Sanggau,Halokalbar.com – Menyambut akhir bulan Juni, perhelatan budaya akbar siap menghentak wilayah Kecamatan Tayan Hulu. Pemerintah Kecamatan bekerja sama dengan berbagai pihak bersiap menyelenggarakan Festival Budaya Tionghoa Sosok 2026 yang akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari tanggal 26 hingga 30 Juni 2026.
Camat Tayan Hulu, Laurianus Yoka, menyatakan bahwa festival ini bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan wadah penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta melestarikan kekayaan budaya Nusantara, khususnya budaya Tionghoa yang telah lama hidup berdampingan secara harmonis di wilayah Sosok.
“Festival Budaya Tionghoa Sosok 2026 ini adalah wujud nyata dari indahnya keberagaman di Tayan Hulu. Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat, baik dari dalam daerah maupun luar daerah, untuk hadir dan ikut serta meramaikan agenda tahunan ini,” ujar Laurianus Yoka, kepada Haloklbar.com 12 Juni 2026
Ragam Perlombaan dan Edukasi Kuliner Tradisional
Festival yang dipusatkan di Kantor Camat Sosok ini dipastikan akan berlangsung meriah dengan berbagai kategori perlombaan yang menyasar semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Berdasarkan agenda resmi panitia, berikut adalah rangkaian perlombaan yang akan digelar, Lomba Tari Kreasi: Terbuka untuk tingkat pelajar dan umum.
Lomba Menyanyi Solo, Membawakan genre Pop & Dangdut untuk kategori umum.
Lomba Mewarnai, Khusus untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK).
Lomba Fashion Show Casual: Dibagi menjadi beberapa kategori, yakni tingkat SD, SMP/SLTA, dan Dewasa.
Selain perlombaan, salah satu daya tarik utama dari festival tahun ini adalah Pelatihan Pembuatan Kue Zongzhi (Bakcang). Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi langsung kepada generasi muda mengenai filosofi dan cara pembuatan kuliner tradisional Tionghoa tersebut.
Tidak hanya menyuguhkan atraksi budaya dan seni, Festival Budaya Tionghoa Sosok 2026 juga menghadirkan Kampung Kuliner yang diisi oleh para pelaku UMKM lokal, serta ditutup dengan hiburan Pertunjukan Band.
Laurianus Yoka menambahkan bahwa kehadiran Kampung Kuliner ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat selama acara berlangsung.
“Kami ingin perputaran ekonomi di Sosok berjalan optimal. Melalui Kampung Kuliner, para pelaku UMKM kita berikan ruang untuk mengenalkan produk-produk unggulan mereka kepada para pengunjung festival,” pungkasnya. (***)
