Sanggau,Jangkang–Halokalbar.com
Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya mengejar infrastruktur fisik, melainkan wajib menjaga identitas budaya lokal.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka ritual adat Nampai Minu Podi Tahun 2026 di Rumah Betang Dori Engkawant, Kecamatan Jangkang, Rabu 1 Juli 2026
“Pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga nilai-nilai budaya daerah,” kata Yohanes Ontot di hadapan warga Jangkang.
Menurut Ontot, di tengah gempuran teknologi digital, peran generasi muda sangat krusial. Ia meminta anak muda memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan kebudayaan Dayak, bukan justru melupakannya akibat arus globalisasi.
Mantan Wakil Bupati dua periode ini juga menyoroti dampak ekonomi dari pelaksanaan Nampai Minu Podi. Agenda tahunan ini dinilai efektif menjadi motor penggerak ekonomi hilir masyarakat.

“Kehadiran pengunjung di acara ini harus mampu menggerakkan sektor UMKM, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga seni pertunjukan lokal,” tambahnya.
Pemkab Sanggau berkomitmen penuh memasukkan pelestarian kearifan lokal ke dalam rencana strategis pembangunan yang berkelanjutan.
Ontot berharap, panitia dan tokoh adat ke depan bisa mengemas acara ini secara lebih inovatif agar menjadi daya tarik wisata regional maupun nasional.
Acara pembukaan yang dihadiri anggota DPR RI Paolus Hadi,Anggota DPRD Kabupaten Sanggau,Para Kepala OPD dan jajaran Forkopimda Sanggau ini ditandai dengan pemukulan gong dan ritual adat setempat. (***)




