Pontianak,Halokalbar.com – Masalah pemadaman listrik bergilir yang melanda hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) selama dua hari terakhir menuai sorotan tajam.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kalimantan Barat, Hubertus V Wake, mendesak pihak PT PLN (Persero) untuk bergerak cepat menangani gangguan ini dan mencari jalan keluar yang konkret.
Selain meminta solusi cepat, Wake juga menuntut transparansi dari pihak PLN. Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang jujur dan detail mengenai penyebab utama dari pemadaman massal yang terjadi secara beruntun ini.
Wake menegaskan bahwa dampak dari pemadaman listrik bergilir ini sangat masif, terutama dalam sektor perekonomian dan pemenuhan kebutuhan harian warga.
“Pemadaman ini mengakibatkan terganggunya roda ekonomi masyarakat serta berbagai aktivitas kedinasan, usaha, maupun rumah tangga yang biasa dilakukan oleh masyarakat Kalbar,” ujar Wake dalam keterangan persnya yang diterima Halokalbar.com pada 3 Juli 2026 malam.
Ia menambahkan bahwa listrik bukan lagi sekadar fasilitas penunjang, melainkan sudah menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat modern saat ini.
Lebih lanjut, Wake menyoroti adanya kontradiksi antara realitas pelayanan PLN di lapangan dengan program strategis yang sedang digalakkan oleh pemerintah pusat.
Saat ini, pemerintah tengah gencar mengedukasi masyarakat untuk melakukan transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi listrik, seperti penggunaan kendaraan listrik (EV) hingga peralatan rumah tangga berbasis listrik.
“Bagaimana masyarakat bisa yakin untuk beralih ke energi listrik jika keandalan pasokannya saja masih bermasalah seperti ini? Persoalan ini harus segera teratasi dan jangan sampai terulang lagi di masa mendatang,” tegasnya.
Berkaca pada situasi serupa, Wake mengingatkan bahwa insiden blackout atau pemadaman listrik skala besar seperti ini juga pernah terjadi di beberapa wilayah provinsi lain di Indonesia sebelumnya.
Harusnya, PLN sudah memiliki mitigasi risiko dan sistem cadangan (backup system) yang lebih siap agar dampak kerugian di masyarakat bisa diminimalisir.
Pemuda Katolik Komda Kalbar berharap pihak manajemen PLN Wilayah Kalbar segera mengeluarkan pernyataan resmi dan bekerja ekstra 24 jam penuh untuk menormalkan kembali sistem kelistrikan di bumi Khatulistiwa. (***)
Sentil Kampanye Kendaraan Listrik, Pemuda Katolik Kalbar: Pasokan PLN Saja Masih Bermasalah!




