SANGGAU, HALOKALBAR.COM – Anggota DPR RI Komisi XIII, Paolus Hadi, menggandeng Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sanggau menggelar Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Sabtu, 14 September 2026.
Agenda yang melingkupi pemahaman Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ini dilaksanakan guna memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat di wilayah terdepan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Paolus Hadi menyampaikan bahwa program DPR RI ini menjadi momentum untuk menyerap aspirasi dan pemikiran masyarakat terkait dinamika kebangsaan saat ini. Pria yang akrab disapa PH ini juga mendorong agar sinergi bersama Pemkab Sanggau terus berlanjut hingga ke tingkat kecamatan melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).
“Respon masyarakat luar biasa. Negara harus terus meyakinkan masyarakat bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga perbuatan dan kebijakan yang nyata. Aturan main negara diatur UUD 1945 dan ideologi kita adalah Pancasila. NKRI harga mati,” tegas Paolus Hadi.
Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, mengapresiasi tinggi kolaborasi antara Kesbangpol Sanggau dan DPR RI. Menurutnya, edukasi pilar kebangsaan sangat relevan untuk menjaga kerukunan masyarakat Sanggau yang majemuk serta berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
“Di tengah efisiensi dan keterbatasan anggaran daerah, kolaborasi kreatif Kepala Kesbangpol bersama Pak Paolus Hadi ini menjadi solusi yang sangat baik. Sebagai tokoh yang pernah memimpin Sanggau, beliau sangat paham kondisi daerah kita,” ujar Susana Herpena.
Wabup juga menyoroti pentingnya sosialisasi ini bagi ormas, tokoh masyarakat, camat, dan pegiat media digital agar bijak dalam menyikapi arus informasi di dunia online demi mewujudkan Sanggau Maju Berkelanjutan dan Berkeadilan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sanggau, Libertus Toto Martono, menegaskan bahwa nilai-nilai Empat Pilar merupakan Kunci Utama untuk meredam potensi konflik sosial di tengah berbagai tantangan daerah, seperti ancaman Karhutla dan isu kemasyarakatan.
“Empat pilar adalah kunci toleransi dan kebersamaan. Kami berharap seluruh peserta yang hadir dapat menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari demi memperkokoh persatuan bangsa,” pungkas Libertus Toto.(***)




