Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Bea Cukai Kalbar Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal dan Pakaian Bekas di Perbatasan Entikong
    5 jam lalu
    Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
    5 jam lalu
    Serap Aspirasi di Kecamatan Jangkang, Alfonsus Masgio Gelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026
    16 jam lalu
    Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
    16 jam lalu
    PNS Tugas Belajar Wajib Tahu! BKPSDM Gelar Evaluasi Masa Studi yang Segera Berakhir
    16 jam lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Ekonomi > OPINI: Menimbang Ulang Untung dan Buntung dari Kebijakan Tambang
Ekonomi

OPINI: Menimbang Ulang Untung dan Buntung dari Kebijakan Tambang

kornelis
Diperbarui: 18/08/2025 10:56
kornelis
10 bulan lalu
Bagikan

Haloklbar.com

Kebijakan pertambangan di Indonesia kerap menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, pemerintah dan korporasi memandang sektor ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan, dengan potensi besar untuk meningkatkan pendapatan negara dan daerah.

Namun, di sisi lain, masyarakat lokal—terutama mereka yang hidup di sekitar area pertambangan—justru menanggung beban paling berat dari kebijakan ini, seringkali dengan dampak yang jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Pendapat umum seringkali berfokus pada dampak positif pertambangan yang kasat mata: lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, dan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Jalan-jalan baru yang mulus, jembatan yang kokoh, atau fasilitas kesehatan yang dibangun oleh perusahaan tambang seolah menjadi bukti nyata dari janji kemakmuran. Bagi sebagian masyarakat, ini adalah kesempatan untuk keluar dari kemiskinan dengan bekerja di sektor formal atau membuka usaha kecil yang menopang operasional tambang.

Baca juga

Kuliner Legendaris di Sanggau: Warung Nasi Aliang Tetap Memikat Pencinta Non-Halal
Paolus Hadi Bangga Sanggau Miniatur Indonesia Wajib di Jaga
Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau Hadir di  Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan Yang di Buka Langsung Oleh Yohanes Ontot

Namun, narasi tersebut seringkali mengabaikan dampak negatif yang lebih dalam dan sistemik. Kerusakan lingkungan adalah isu yang paling mendesak. Pembukaan lahan besar-besaran, pencemaran air akibat limbah, dan deforestasi merusak ekosistem yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat lokal.

- Advertisement -

Alih-alih mendapatkan manfaat, mereka justru kehilangan sawah, ladang, atau area tangkap ikan. Lubang-lubang galian yang dibiarkan begitu saja menjadi jebakan maut dan sarang penyakit.

Selain itu, pertambangan juga menjadi pemicu konflik sosial yang rumit. Sengketa lahan, kompensasi yang tidak adil, dan masuknya pekerja dari luar daerah seringkali menciptakan ketegangan yang memecah belah komunitas.

Masyarakat yang dulunya hidup rukun kini terbelah antara yang pro dan kontra tambang, bahkan tak jarang harus berhadapan dengan intimidasi dari pihak-pihak yang berkuasa.

Yang paling mengkhawatirkan adalah ketergantungan ekonomi yang diciptakan oleh sektor ini. Saat tambang beroperasi, masyarakat meninggalkan pekerjaan tradisional mereka, seperti bertani atau melaut. Ketika sumber daya habis dan tambang ditutup, mereka ditinggalkan dengan tanah yang rusak dan tanpa keahlian lain, berujung pada pengangguran massal dan kemiskinan yang lebih parah.

Pemerintah pusat perlu meninjau kembali kebijakan pertambangan dengan perspektif yang lebih adil dan berimbang. Keuntungan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan dan hak-hak dasar masyarakat lokal.

Sudah saatnya kita tidak hanya berbicara tentang royalti dan pajak, tetapi juga tentang tanggung jawab, keadilan sosial, dan keberlanjutan. Sebuah kebijakan pertambangan yang sejati harus mampu menyeimbangkan ambisi ekonomi dengan kesejahteraan manusia dan kelestarian alam, bukan sekadar memindahkan kekayaan dari perut bumi ke segelintir kantong, sementara sisanya menanggung buntungnya.

Sumber : Haloklbar.com

Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Dari Tari Kreasi hingga Pelatihan Bikin Bakcang, Intip Keseruan Festival Budaya Tionghoa Sosok 2026
Kejagung Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp40 Miliar ke Eks Anggota DPR RI dalam Kasus Bauksit Kalbar
Kebakaran di Gg Bhakti Sanggau, Satu Rumah Hangus Dipicu Korek Api
Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
Bawa Narkoba Jenis Sabu, Seorang Pria AS, Diciduk Anggota Polsek Kembayan

Berita Menarik Lainnya

Transformasi Ekonomi RI: Mengenal Lebih Dekat Program 8+4+5 ala Prabowo
9 bulan lalu
Ahli Waris Wajib Tahu! Panduan Lengkap Pajak Warisan, Tarif, dan Trik Legal Agar Bebas Bayar
9 bulan lalu
Reshuffle Bikin Panik: Investor Kabur, Rupiah & Saham RI Jatuh Bebas
10 bulan lalu
Pantauan Harga SP2KP Sanggau: Minyak Goreng Kemasan Merangkak Naik, Harga Daging dan Beras Stabil
11 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar