Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jembatan Kelampai Parindu Terancam Putus, Anggota DPRD Sanggau Wendy Krisandy Desak Penanganan Cepat
    2 hari lalu
    Musim Kemarau Tiba, BPBD Sanggau Ajak Masyarakat Kolaborasi Cegah Karhutla Sejak Dini
    2 hari lalu
    Pansel Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak JPTP Sanggau 2026, Ini Daftar Nama Pelamar yang Lulus
    2 hari lalu
    Disbunnak Sanggau Fasilitasi Pelatihan Biosekuritas Peternak Program CABI di Entikong
    3 hari lalu
    Foto : Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton
    Vaksin Rabies dan ASF Kosong di Sanggau, Hanya Vaksin Ayam yang Aman
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Ekonomi > Reshuffle Bikin Panik: Investor Kabur, Rupiah & Saham RI Jatuh Bebas
Ekonomi

Reshuffle Bikin Panik: Investor Kabur, Rupiah & Saham RI Jatuh Bebas

VIVM
Diperbarui: 09/09/2025 23:01
VIVM
11 bulan lalu
Bagikan

Jakarta, 9 September 2025 — Pasar keuangan Indonesia terpukul segera setelah pengumuman perombakan kabinet yang menyebut Sri Mulyani Indrawati diganti dan Purbaya Yudhi Sadewa diangkat sebagai Menteri Keuangan baru. Reaksi pasar terasa cepat dan tajam: rupiah melemah lebih dari 1% terhadap dolar AS, indeks saham utama IHSG tergelincir antara 1%–1,8%, sementara obligasi pemerintah mengalami tekanan hingga mendorong intervensi otoritas. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran investor bahwa penggantian sosok yang selama ini identik dengan disiplin fiskal bisa membuka jalan bagi kebijakan anggaran yang lebih longgar.

Ringkasnya, ada tiga pemicu langsung:

  1. Kejutan politik dan hilangnya ‘pillar’ kredibilitas fiskal. Sri Mulyani selama bertahun-tahun dipandang sebagai simbol disiplin anggaran oleh investor internasional. Pemecatannya — yang tak diduga oleh pasar — menimbulkan pertanyaan: mampukah pemerintahan baru mempertahankan tata kelola fiskal yang membuat investor tenang? Reaksi pasar memperlihatkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan ekonomi mendatang.

  2. Kekhawatiran soal pelonggaran fiskal untuk program pro-pertumbuhan. Presiden dan kabinet baru menyuarakan target pertumbuhan tinggi dan paket belanja sosial/pertahanan yang ambisius; investor khawatir hal itu akan diperkuat tanpa kontrol anggaran yang ketat — sehingga defisit dan utang bisa membengkak. Pernyataan–pernyataan “pro-growth” cepat men-trigger anggapan potensi pelemahan disiplin fiskal.

  3. Reaksi teknis pasar & arus modal jangka pendek. Modal portofolio memindahkan posisi cepat saat berita keluar: aksi jual saham (sell-off), pelemahan rupiah, dan tekanan pada obligasi jangka panjang. Lonjakan imbal hasil obligasi serta keluarnya dana asing memaksa Bank Indonesia turun tangan—membeli surat berharga pemerintah dan melakukan intervensi valuta untuk menstabilkan pasar.


  • Rupiah: melemah lebih dari 1%, bergerak di kisaran Rp16.440–16.475 per USD pada puncak gejolak perdagangan, menjadikannya salah satu mata uang EM dengan kinerja terburuk hari itu.

  • IHSG: jatuh sekitar 1%–1,8% pada sesi-sesi awal, terpukul sektor perbankan dan obligasi korporasi yang paling sensitif terhadap risiko kenaikan biaya pinjaman.

  • Obligasi & yield: imbal hasil (yield) obligasi negara jangka panjang naik, memaksa BI dan otoritas untuk menambah pembelian obligasi agar meredam lonjakan biaya pinjaman dan menjaga likuiditas pasar.

(Catatan: angka-angka di atas adalah snapshot awal pada hari pengumuman; pasar bisa pulih atau terus bergerak bergantung pada komunikasi kebijakan yang menyusul.)


Efek lanjutan bagi perekonomian Indonesia

  1. Biaya pinjaman pemerintah dan korporasi bisa naik. Kenaikan yield berarti pemerintah dan perusahaan harus membayar bunga lebih tinggi saat menerbitkan utang baru — menambah beban fiskal dan biaya investasi.

  2. Risiko pelebaran defisit fiskal apabila kebijakan dilonggarkan. Jika kabinet baru melonggarkan pengeluaran tanpa sumber pembiayaan yang jelas, defisit dapat membesar sehingga tekanan pada rupiah dan kredibilitas fiskal meningkat.

  3. Tekanan inflasi impor. Rupiah melemah membuat harga barang impor (energi, barang modal) lebih mahal — kemungkinan mendorong inflasi yang menyulitkan bank sentral dan rumah tangga.

  4. Investasi & sentimen jangka menengah—terganggu. Investor institusional mencari kepastian kebijakan; ketidakpastian berkepanjangan bisa menunda atau membatalkan investasi asing langsung dan aliran modal portofolio.


  • Bank Indonesia sudah turun tangan: membeli obligasi jangka panjang dan melakukan intervensi di pasar valuta guna meredam volatilitas rupiah. Langkah ini bertujuan memberi waktu bagi kebijakan fiskal untuk diklarifikasi dan menahan dampak pasar.

  • Menteri Keuangan baru menegaskan janji tidak akan mengadopsi kebijakan fiskal “aneh” yang memicu gejolak—usaha komunikasi ini krusial untuk menenangkan investor. Namun pasar akan menilai lewat tindakan konkret (APBN, cetak kebijakan fiskal baru, dan koordinasi dengan BI).

TAG:Efek Resuffle KabinetIHSG dan Rupiah AnjlokKeraguan Investor Internasional
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Kisah Haru Mas Kades Narto: Jadi ‘Ayah’ Bagi Anak Yatim Berkebutuhan Khusus di Hari Pertama Sekolah
Warga Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Penadah Emas Ilegal di Nanga Serawai
Komitmen Sinergisitas Penegakan Hukum: Kapolda dan Kajati Kalbar Pererat Hubungan Kelembagaan
Maxim Pontianak Beri Bantuan Fasilitas Sekolah dan Apresiasi Siswa ‘Best Client’
Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan

Berita Menarik Lainnya

Transformasi Ekonomi RI: Mengenal Lebih Dekat Program 8+4+5 ala Prabowo
11 bulan lalu
Ahli Waris Wajib Tahu! Panduan Lengkap Pajak Warisan, Tarif, dan Trik Legal Agar Bebas Bayar
11 bulan lalu
Kuliner Legendaris di Sanggau: Warung Nasi Aliang Tetap Memikat Pencinta Non-Halal
12 bulan lalu
OPINI: Menimbang Ulang Untung dan Buntung dari Kebijakan Tambang
12 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar