Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Bea Cukai Kalbar Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal dan Pakaian Bekas di Perbatasan Entikong
    5 jam lalu
    Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
    5 jam lalu
    Serap Aspirasi di Kecamatan Jangkang, Alfonsus Masgio Gelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026
    16 jam lalu
    Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
    16 jam lalu
    PNS Tugas Belajar Wajib Tahu! BKPSDM Gelar Evaluasi Masa Studi yang Segera Berakhir
    16 jam lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Ekonomi > Reshuffle Bikin Panik: Investor Kabur, Rupiah & Saham RI Jatuh Bebas
Ekonomi

Reshuffle Bikin Panik: Investor Kabur, Rupiah & Saham RI Jatuh Bebas

VIVM
Diperbarui: 09/09/2025 23:01
VIVM
10 bulan lalu
Bagikan

Jakarta, 9 September 2025 — Pasar keuangan Indonesia terpukul segera setelah pengumuman perombakan kabinet yang menyebut Sri Mulyani Indrawati diganti dan Purbaya Yudhi Sadewa diangkat sebagai Menteri Keuangan baru. Reaksi pasar terasa cepat dan tajam: rupiah melemah lebih dari 1% terhadap dolar AS, indeks saham utama IHSG tergelincir antara 1%–1,8%, sementara obligasi pemerintah mengalami tekanan hingga mendorong intervensi otoritas. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran investor bahwa penggantian sosok yang selama ini identik dengan disiplin fiskal bisa membuka jalan bagi kebijakan anggaran yang lebih longgar.

Ringkasnya, ada tiga pemicu langsung:

  1. Kejutan politik dan hilangnya ‘pillar’ kredibilitas fiskal. Sri Mulyani selama bertahun-tahun dipandang sebagai simbol disiplin anggaran oleh investor internasional. Pemecatannya — yang tak diduga oleh pasar — menimbulkan pertanyaan: mampukah pemerintahan baru mempertahankan tata kelola fiskal yang membuat investor tenang? Reaksi pasar memperlihatkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan ekonomi mendatang.

  2. Kekhawatiran soal pelonggaran fiskal untuk program pro-pertumbuhan. Presiden dan kabinet baru menyuarakan target pertumbuhan tinggi dan paket belanja sosial/pertahanan yang ambisius; investor khawatir hal itu akan diperkuat tanpa kontrol anggaran yang ketat — sehingga defisit dan utang bisa membengkak. Pernyataan–pernyataan “pro-growth” cepat men-trigger anggapan potensi pelemahan disiplin fiskal.

  3. Reaksi teknis pasar & arus modal jangka pendek. Modal portofolio memindahkan posisi cepat saat berita keluar: aksi jual saham (sell-off), pelemahan rupiah, dan tekanan pada obligasi jangka panjang. Lonjakan imbal hasil obligasi serta keluarnya dana asing memaksa Bank Indonesia turun tangan—membeli surat berharga pemerintah dan melakukan intervensi valuta untuk menstabilkan pasar.


  • Rupiah: melemah lebih dari 1%, bergerak di kisaran Rp16.440–16.475 per USD pada puncak gejolak perdagangan, menjadikannya salah satu mata uang EM dengan kinerja terburuk hari itu.

  • IHSG: jatuh sekitar 1%–1,8% pada sesi-sesi awal, terpukul sektor perbankan dan obligasi korporasi yang paling sensitif terhadap risiko kenaikan biaya pinjaman.

  • Obligasi & yield: imbal hasil (yield) obligasi negara jangka panjang naik, memaksa BI dan otoritas untuk menambah pembelian obligasi agar meredam lonjakan biaya pinjaman dan menjaga likuiditas pasar.

(Catatan: angka-angka di atas adalah snapshot awal pada hari pengumuman; pasar bisa pulih atau terus bergerak bergantung pada komunikasi kebijakan yang menyusul.)


Efek lanjutan bagi perekonomian Indonesia

  1. Biaya pinjaman pemerintah dan korporasi bisa naik. Kenaikan yield berarti pemerintah dan perusahaan harus membayar bunga lebih tinggi saat menerbitkan utang baru — menambah beban fiskal dan biaya investasi.

  2. Risiko pelebaran defisit fiskal apabila kebijakan dilonggarkan. Jika kabinet baru melonggarkan pengeluaran tanpa sumber pembiayaan yang jelas, defisit dapat membesar sehingga tekanan pada rupiah dan kredibilitas fiskal meningkat.

  3. Tekanan inflasi impor. Rupiah melemah membuat harga barang impor (energi, barang modal) lebih mahal — kemungkinan mendorong inflasi yang menyulitkan bank sentral dan rumah tangga.

  4. Investasi & sentimen jangka menengah—terganggu. Investor institusional mencari kepastian kebijakan; ketidakpastian berkepanjangan bisa menunda atau membatalkan investasi asing langsung dan aliran modal portofolio.


  • Bank Indonesia sudah turun tangan: membeli obligasi jangka panjang dan melakukan intervensi di pasar valuta guna meredam volatilitas rupiah. Langkah ini bertujuan memberi waktu bagi kebijakan fiskal untuk diklarifikasi dan menahan dampak pasar.

  • Menteri Keuangan baru menegaskan janji tidak akan mengadopsi kebijakan fiskal “aneh” yang memicu gejolak—usaha komunikasi ini krusial untuk menenangkan investor. Namun pasar akan menilai lewat tindakan konkret (APBN, cetak kebijakan fiskal baru, dan koordinasi dengan BI).

TAG:Efek Resuffle KabinetIHSG dan Rupiah AnjlokKeraguan Investor Internasional
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Dari Tari Kreasi hingga Pelatihan Bikin Bakcang, Intip Keseruan Festival Budaya Tionghoa Sosok 2026
Kejagung Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp40 Miliar ke Eks Anggota DPR RI dalam Kasus Bauksit Kalbar
Kebakaran di Gg Bhakti Sanggau, Satu Rumah Hangus Dipicu Korek Api
Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
Bawa Narkoba Jenis Sabu, Seorang Pria AS, Diciduk Anggota Polsek Kembayan

Berita Menarik Lainnya

Transformasi Ekonomi RI: Mengenal Lebih Dekat Program 8+4+5 ala Prabowo
9 bulan lalu
Ahli Waris Wajib Tahu! Panduan Lengkap Pajak Warisan, Tarif, dan Trik Legal Agar Bebas Bayar
9 bulan lalu
OPINI: Menimbang Ulang Untung dan Buntung dari Kebijakan Tambang
10 bulan lalu
Pantauan Harga SP2KP Sanggau: Minyak Goreng Kemasan Merangkak Naik, Harga Daging dan Beras Stabil
11 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar