Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jalur Internasional Sanggau-Entikong Terendam Banjir, BPBD: Ketinggian Capai 50 CM
    18 jam lalu
    Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
    2 hari lalu
    Tanggap Bencana, BPBD Sanggau Sediakan Layanan Call Center 24 Jam: Catat Nomornya!
    2 hari lalu
    Wujudkan Swasembada Pangan, Yon TP 833 Bumi Daranante Gelar Tanam Padi Perdana di Desa Lape
    2 hari lalu
    Rayakan Satu Abad, Paroki Katedral Sanggau Gelar Talkshow Inspiratif: “Belajar dari Sejarah untuk Membuat Sejarah”
    2 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kalimantan Barat > Sanggau > AMAN Sanggau Serahkan bantuan ke Sejumlah Komunitas Dayak di Kecamatan Bonti
Kalimantan Barat

AMAN Sanggau Serahkan bantuan ke Sejumlah Komunitas Dayak di Kecamatan Bonti

kornelis
Diperbarui: 01/04/2025 15:07
kornelis
9 bulan lalu
Bagikan

Sanggau – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Daerah Sanggau kembali melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan bencana di dua komunitas Masyarakat Adat anggota AMAN Sanggau yaitu di Komunitas Sami dan Komunitas Mayao pada Sabtu 29/03/2025 bertempat di rumah Betang Piri Juru Kecamatan Bonti.

“Ini agenda terakhir penyerahan bantuan bencana di komunitas masyarakat adat anggota AMAN Sanggau yang terdampak banjir pada akhir Januari dan awal Februari lalu” kata Hendrikus Hendi Ketua PHD AMAN Sanggau.

Hadir pada kegiatan ini anggota DAMANWIL Kalbar Lukas Kibas, Ketua DAMANDA Sanggau Rufinus dan anggotanya Gabriel Gawin, Ketua PHD AMAN Sanggau Hendrikus Hendi, Perwakilan Polsek Bonti Babinkamtibmas Desa Bonti, Perwakilan Koramil Kecamatan Bonti Babinsa Desa Bonti, unsur DAD Kecamatan Bonti, Kepala Desa Tunggul Boyok, unsur Pemdes Sami dan Pemdes Bonti, Temenggung Mayao Bertinus Adjon Pengurus Adat dari Sami dan Mayao, para Kepala Wilayah, para Ketua RT, serta tokoh Perempuan dari komunitas Masyarakat Adat Mayao dan Sami

Kegiatan penyerahan bantuan di dua komunitas ini di barengi dengan sosialisasi dan diskusi tentang AMAN, hal ini dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada dua komunitas ini hal-hal yang berkaitan dengan keanggotaannya sebagai anggota AMAN.

Diskusi ini juga bertujuan untuk melihat dan mendengarkan secara langsung isu-isu disekitar masyarakat adat di dua komunitas ini yang berkaitan dengan isu lingkungan dan wilayah adatnya baik Hutan Adat maupun wilayah kelola masyarakat adat di dua komunitas ini.

Baca juga

Tino Ame kecam agar lagu miliknya tidak dinyanyikan di panggung Pekan Gawai Dayak 2023 di Pontianak
Pemerintah Kabupaten Sanggau Gelar Acara Pameran Pembangunan Sabang Merah
Meski PLB Bantan tidak ada Aktifitas Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong tetap melakukan pengawasan

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini hadir Lukas Kibas dengan materi sejarah aman, lalu Rufinus yang membawa materi tentang KeAMANan.

- Advertisement -

Sedangkan sebagai pemantik diskusi tentang HAM serta lingkungan dan wilayah adat di dua komunitas ini hadir Norman Jiwan dan Nikodemus Ale.

“Kegiatan ini terselenggara dengan tujuan agar dapat memberikan pendidikan pemberdayaan kepada masyarakat adat di dua komunitas ini, setelah dua hari yang lalu melaksanakan kegiatan yang sama di Kecamatan Beduai dengan 5 komunitas yang ikut serta dalam kegiatan di sana” jelas Hendi.

“Saya berharap dengan Sosialisasi dan Diskusi ini, teman-teman masyarakat adat di dua komunitas ini dapat kembali memahami statusnya sebagai anggota AMAN, dan dapat berdiskusi bersama terkait persoalan-persoalan di sekitar wilayah masyarakat adat disini” sambungnya.

Dalam kegiatan diskusi di dua lokasi persebaran anggota AMAN ini, Pengurus AMAN Daerah Sanggau banyak mendapatkan informasi serta pengaduan-pengaduan dari masyarakat adat di komunitas-komunitas anggota AMAN ini terkait wilayah adat mereka yang di ambil oleh pihak lain berupa HGU, ijin-ijin Perkebunan dan Pertambangan, serta isu baru yaitu perdagangan karbon.

“Pengambilan wilayah adat untuk dijadikan lokasi penanaman tanaman yang diperuntukkan dengan tujuan menjadikannya lokasi penyerapan karbon, dan pada akhirnya membatasi masyarakat untuk dapat mengelola lahan tersebut menjadi lahan pertanian berladang serta usaha pertanian masyarakat lainya adalah tindakan yang mempersempit ruang hidup bagi masyarakat adat di wilayah ini” sampai Hendi.

Ia melanjutkan “adalah tidak adil bagi kami masyarakat adat ini, bila mana kami kedepannya di larang untuk mengelola wilayah adat kami demi penghidupan generasi dan anak cucu kami kedepannya hanya karena wilayah kami dijadikan lokasi penyerapan karbon yang disebabkan oleh kegiatan industri serta emisi gas rumah kaca di negara-negara lain” sampainya.

Diskusi yang panjang dengan membuka ruang untuk menyampaikan pendapat serta bertanya pada kegiatan di dua tempat yaitu Kecamatan Beduai dan Bonti ini, menyimpulkan bahwa sebenarnya masyarakat adat di dua Kecamatan ini, ternyata masih belum memahami isu-isu perdagangan karbon serta mempertimbangkan untung dan ruginya bagi keberlangsungan kedaulatan untuk mengelola wilayah adatnya masing-masing.

Dari hasil diskusi di dua kecamatan ini juga Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Daerah Sanggau menyimpulkan bahwa, praktek pengambilan wilayah masyarakat adat untuk tujuan perdagangan karbon di 6 Komunitas Masyarakat Adat anggota AMAN Sanggau, perlu untuk di tolak.

“Kami masyarakat adat perlu bantuan untuk mendapatkan Pengakuan dan Perlindungan dari Pemerintah, bukan untuk mendapatkan bantuan sesaat yang pada akhirnya menghilangkan lahan atau tanah untuk kami berladang dan berkebun kedepannya” ungkap Hendi.

Hal senada juga diperkuat kan oleh pernyataan anggota Dewan AMAN Wilayah Kalimantan Barat Lukas Kibas yang juga sebagai sesepuh di PD AMAN Sanggau, selama menghadiri dan menjadi narasumber pada dua kegiatan yang difasilitasi oleh PD AMAN Sanggau ini.

“Sebagai anggota DAMANWIL Kalbar dan juga awalnya bagian dari pendiri AMA Kalbar yang sekarang menjadi AMAN yaitu Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, saya sependapat dan mendukung penolakan atas kahadiran pihak-pihak yang bertujuan untuk mengambil wilayah adat kami dengan tujuan perdagangan karbon” ungkap Pk Lukas pada kesempatan diskusi di dua tempat ini.

“Kami menghawatirkan kedepannya lahan-lahan untuk kami berladang semakin hari, semakin sempit, karena mementingkan urusan karbon, lalu kami kelaparan akibat berkurangnya lokasi untuk pertanian anak cucu kami kedepannya” sampainya menutup penyampaiannya.

Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Sudah Menang Tender Rp9,2 Miliar, Jalan Kembayan-Balai Sebut Masih Rusak Parah, Warga Bertanya-tanya
Jelang Nataru, TPID Sanggau Gelar Monitoring Terpadu, Pastikan Stok dan Stabilitas Harga Pangan Aman
Sanggau Jadi Magnet Pingpong Kalbar, Atlet dari Melawi Hingga Sambas Bertarung di Kecala Cup 3
BNNK Sanggau Luncurkan Desa Bersinar di Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau
Ngopi Santai, Sinergi Kuat! PLN IP UBP dan UP3 Sanggau Dekatkan Diri dengan Media Lokal

Berita Menarik Lainnya

Jalur Internasional Sanggau-Entikong Terendam Banjir, BPBD: Ketinggian Capai 50 CM
18 jam lalu
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
2 hari lalu
Tanggap Bencana, BPBD Sanggau Sediakan Layanan Call Center 24 Jam: Catat Nomornya!
2 hari lalu
Wujudkan Swasembada Pangan, Yon TP 833 Bumi Daranante Gelar Tanam Padi Perdana di Desa Lape
2 hari lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar