PONTIANAK – Halokalbar.com
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mengadakan rapat koordinasi strategis dengan delegasi Ibu Pejabat Polis Kontinjen (IPK) Sarawak, Malaysia, pada Senin, 4 Agustus 2025. Pertemuan yang digelar di Ruang Graha Khatulistiwa Polda Kalbar ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama lintas batas dalam menjaga keamanan di sepanjang perbatasan kedua negara.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto dan Pesuruhjaya Polis Sarawak YDH CP Dato Mancha anak Ata. Hadir dalam acara tersebut adalah Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Roma Hutajulu, para Pejabat Utama Polda Kalbar, serta sejumlah pejabat tinggi dari PDRM Sarawak.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Pipit Rismanto menyambut baik kehadiran delegasi PDRM Sarawak. “Kehadiran PDRM Sarawak adalah suatu kehormatan dan menambah semangat untuk memperkuat kerja sama keamanan antara kedua negara, khususnya di wilayah perbatasan yang sangat strategis,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perbatasan sepanjang 966 kilometer yang menghubungkan Kalbar dan Sarawak, dengan lima Pos Lintas Batas Negara (PLBN) utama, tidak hanya menjadi jalur mobilitas, tetapi juga rawan terhadap kejahatan lintas batas.

Kapolda Kalbar juga memaparkan data penanganan kasus prioritas selama tahun 2025, yang menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi ini:
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO): 23 kasus dengan 29 tersangka berhasil diungkap, menyelamatkan 56 korban. Sebagian besar korban berencana menuju negara ASEAN melalui Malaysia.
Penyelundupan: 17 kasus penyelundupan, termasuk rokok ilegal, kosmetik, dan barang lainnya, berhasil diungkap dengan nilai barang bukti mencapai Rp 7,7 miliar.
Narkoba Lintas Batas: 3 kasus besar diungkap, melibatkan 5 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 51,25 kg dan 2.367 butir ekstasi senilai total Rp 25,6 miliar. Pengungkapan ini diperkirakan telah menyelamatkan 661.353 jiwa.
“Temuan ini menegaskan bahwa wilayah perbatasan masih menjadi jalur rawan yang harus diawasi secara ketat dan berkelanjutan,” lanjut Irjen Pol Pipit Rismanto. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam menjaga perbatasan sangat bergantung pada sinergi yang erat, kolaborasi tulus, dan kepercayaan yang terus dibangun antara kedua institusi.
Irjen Pol Pipit Rismanto juga menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kontribusi nyata PDRM Sarawak yang terjalin selama ini. “Perbatasan bukan sekadar garis pembatas, melainkan ruang kerja bersama untuk mewujudkan kawasan yang aman, tertib, dan sejahtera,” pungkasnya. Ia berharap pertemuan ini dapat menghasilkan kesepahaman yang lebih kuat dan menjadi tonggak penting dalam pembangunan sistem keamanan lintas negara yang berkelanjutan. (***)