Jakarta, 21 Agustus 2025 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diketahui telah menutup kolom komentar di akun Instagram resminya (@smindrawati) sejak 25 Juli 2025. Langkah ini ditengarai untuk meredam gelombang kritik dan hujatan dari warganet.
Hingga Senin (18/8/2025), total 49 unggahan Sri Mulyani sejak Juli 2025 tercatat tidak lagi memiliki kolom komentar. Unggahan terakhir yang tetap disertai kolom komentar adalah postingannya bersama Direktur AMRO, yang kemudian menuai beragam kritik tajam.
Penutupan komentar diduga terjadi pasca kemunculan potongan video viral—yang belakangan dibantah sebagai deepfake—yang menyebut Sri Mulyani mengatakan “guru adalah beban negara”. Dalam klarifikasi resmi, dirinya menegaskan bahwa pernyataan itu adalah hoax dan hasil suntingan. Kolom komentar juga sengaja dimatikan untuk menghindari diskusi publik yang semakin memanas.
Reaksi Media dan Netizen
-
Media nasional seperti Bisnis.com dan JawaPos menyoroti keputusan Sri Mulyani menutup kolom komentar sebagai bentuk mitigasi terhadap arus kritik, hujatan, dan bahkan ancaman mundur dari warganet.
-
Tempo (bahasa Inggris) melaporkan bahwa hingga saat berita diterbitkan, Sri Mulyani belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait penutupan kolom komentar.
-
Warganet di medsos menyoroti langkah ini sebagai “pelarian dari kritik”. Banyak netizen menyatakan bahwa dengan mematikan komentar, ruang cek dan kritik publik semakin dibatasi—khususnya di platform resmi seorang pejabat negara.
Simplifikasi Fakta
| Fakta | Detail |
|---|---|
| Akun IG Sri Mulyani | @smindrawati — 2,8–3 juta pengikut, ~3950 unggahan—komentar dimatikan sejak 25 Juli 2025 |
| Jumlah posting tanpa komentar | Sekitar 49 unggahan sejak 25 Juli 2025 hingga pertengahan Agustus 2025 |
| Pemicu tampak | Viral deepfake video menyesatkan yang menyebut guru sebagai “beban negara” |
| Penjelasan resmi | Sri Mulyani menyatakan video itu hoax—hasil suntingan (deepfake) |
| Respon media | Meliput sebagai langkah “reduksi ketegangan” dan “atensi ke interaksi aman” |
| Permintaan penjelasan | Belum ada dari Sri Mulyani mengenai alasan penutupan komentar |
