Sanggau, Halokalbar.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau menggelar Pertemuan Evaluasi Kegiatan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu pada Selasa 2 Desember 2025 Acara ini menjadi langkah krusial untuk menyelaraskan upaya daerah dengan agenda besar Transformasi Layanan Primer Kementerian Kesehatan serta mencapai target Posyandu aktif di Sanggau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting, menekankan bahwa pertemuan ini sangat penting dalam rangka mengevaluasi peran Pokjanal Posyandu sebagai pendukung utama transformasi layanan primer.
”Pertemuan ini krusial dalam rangka mengevaluasi peran Pokjanal Posyandu untuk mendukung transformasi layanan primer,” ujar Ginting dalam sambutannya.
Ginting menjelaskan bahwa Outcome Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Bidang Kesehatan tahun 2025–2029 berfokus pada “Kesehatan Untuk Semua”. Untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045, terdapat lima strategi utama di bidang kesehatan:
- Peningkatan Kesehatan dan Gizi berbasis siklus hidup.
- Pencegahan dan Penurunan Stunting.
- Pelayanan Kesehatan dan Gizi yang lebih merata.
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
- Penguatan Layanan dan Tata Kelola Kesehatan.
Kebijakan ini sangat menitikberatkan pada upaya preventif, promotif, dan pemberdayaan masyarakat, di mana Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) menjadi ujung tombak sebagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM).
Dalam RPJMN 2025–2029, target Posyandu aktif secara nasional ditargetkan mencapai 75%. Kepala Dinkes Sanggau menegaskan bahwa target ini memerlukan sinergi pembinaan dari Pokjanal Posyandu di semua tingkatan, dari Pusat hingga Desa.
Sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (PerMenDaGri) No. 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, terjadi perubahan kelembagaan yang signifikan:
- Pokjanal Posyandu bertransformasi menjadi Tim Pembina (TP) Posyandu.
- TP Posyandu akan melibatkan 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM): Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Trantibum Linmas.
”Ini menandakan Posyandu bertransformasi menjadi New Posyandu dengan konsep yang berbeda dan melibatkan lebih banyak sektor dalam pembinaan,” jelas Ginting. Pembinaan kelembagaan akan dilakukan oleh Kemendagri, Dinas PMD, Camat, dan Kepala Desa, sementara pembinaan teknis diberikan oleh masing-masing sektor terkait.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau mencatat bahwa pada tahun 2025, telah terdapat beragam jenis Posyandu, termasuk:
- 671 Posyandu Balita
- 156 Posbindu PTM/Posyandu Usia Produktif
- 84 Posyandu Remaja
- 379 Posyandu Lansia
Untuk mencapai Posyandu layanan primer yang aktif melayani seluruh siklus hidup, Ginting menekankan empat upaya penting:
- Peningkatan Pengetahuan Kader melalui pelatihan gencar.
- Pengaktifan Pokjanal Posyandu melalui pembinaan sinergi.
- Dukungan Lintas Sektoral dari seluruh stakeholder dan Tim Pembina.
- Monitoring dan Evaluasi Aktif secara rutin.
Kepala Dinkes menutup acara dengan harapan agar seluruh pihak dapat bahu-membahu dan bekerjasama lintas sektoral untuk mencapai Posyandu siklus hidup yang aktif. Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung tercapainya layanan dasar masyarakat yang optimal, penurunan angka kematian ibu dan balita, remaja bebas Napza, usia produktif terhindar dari PTM, lansia sehat, serta terwujudnya desa mandiri di Kabupaten Sanggau.(***)
