Lahan 3 Hektar di Trans Kalimantan Tayan Hilir Ludes, Diduga Akibat Puntung Rokok Pengendara

Sanggau,Haloklbar.com  – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali mengancam wilayah Kabupaten Sanggau. Kali ini, si jago merah melahap sedikitnya 3 hektar lahan kering di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Dusun Telabang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, pada Kamis  29 Januari 2026 siang Kemarin

Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini sempat menjadi tontonan pengguna jalan lantaran lokasinya yang berada tepat di jalur utama penghubung antardaerah.

Cuaca ekstrem yang panas disertai angin kencang membuat api merambat cepat ke area milik tiga warga setempat, yakni Alung, Mena, dan Mahani.

Merespons laporan warga, tim gabungan yang terdiri dari 5 personel Polsek Tayan Hilir, 10 personel Binsika, 5 personel KPH, dan 1 personel Koramil Tayan Hilir langsung diterjunkan ke lokasi.

Petugas berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia serta melakukan metode pemutusan jalur api agar kebakaran tidak semakin meluas ke pemukiman warga maupun menghalangi arus lalu lintas Trans Kalimantan yang padat.

Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Dwi Putra Prateisya Wibisono, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa berdasarkan pengecekan awal, sumber api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara yang melintas.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama pengguna jalan, agar jangan membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi lahan yang kering dan angin kencang sangat rentan memicu kebakaran besar,” tegas Iptu Dwi Putra.

Ia menambahkan, dampak karhutla ini tidak hanya merugikan pemilik lahan secara materiil, tetapi juga mengancam kesehatan lingkungan dan keselamatan berlalu lintas akibat asap yang dihasilkan.

Setelah upaya intensif, api berhasil dijinakkan dan dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 17.30 WIB. Petugas juga telah memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot) aktif di lokasi kejadian.

Ke depan, Polsek Tayan Hilir berkomitmen meningkatkan patroli rutin dan sosialisasi pencegahan karhutla di titik-titik rawan. Masyarakat diminta proaktif melaporkan sekecil apa pun potensi api yang terlihat agar dapat segera ditangani.(***)

Bagikan
Exit mobile version