Gandeng BPBD hingga TNI-Polri, PT ASP Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Sanggau

Sanggau,Halokalbar.com – Guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), PT ASP menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan Karhutla Kabupaten Sanggau tahun 2026 di Aula Kantor Camat Kapuas, Kamis 11 Juni 2026

Agenda strategis ini dihadiri oleh perwakilan dari Kecamatan Kapuas dan Mukok yang merupakan wilayah operasional PT ASP, serta jajaran perwakilan Kapolres Sanggau, Danramil Kapuas, Manggala Agni, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sanggau, Kristian Hendro, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam meminimalisir potensi bencana kebakaran di kawasan tersebut.

“Harapan kami di tahun 2026 ini, sinergitas antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat bisa saling bahu-membahu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Hendro saat menyampaikan materi.

Hendro memaparkan bahwa sejumlah wilayah di Kecamatan Kapuas tergolong rawan Karhutla, seperti Kelurahan Sungai Sengkuang, Ilir Kota, hingga Bunut. Ia turut mengingatkan para petani dan peladang terkait regulasi pembukaan lahan yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2022.

“Satu KK diperbolehkan membuka lahan maksimal dua hektar, namun ada mekanisme ketat yang harus ditaati. Mereka wajib melapor terlebih dahulu kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau kepala desa setempat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Humas PT ASP, Rafii Rangkuti, menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan agenda rutin perusahaan sebagai komitmen dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.

“Ke depannya kita dapat mengantisipasi Karhutla bersama masyarakat, pemerintah, Muspika, BPBD, hingga Manggala Agni melalui patroli bersama. Kami juga menyiagakan tim pemantau dari menara pengawas maupun tim patroli lapangan,” ungkap Rafii.

Rafii menambahkan, kelengkapan sarana dan prasarana (sapras) pemadam kebakaran milik perusahaan telah siap 100 persen dan rutin menjalani audit dari dinas terkait.

“Mulai dari personel, peralatan, hingga kondisi mesin pemadam dipastikan dalam keadaan layak pakai. Kami juga telah mengecek potensi ketersediaan air di embung-embung sebagai pendukung utama proses pemadaman di lapangan,” pungkasnya.(***)

Bagikan
Exit mobile version