Sanggau,Halokalbar.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau mencatat sebanyak 406 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Sanggau sepanjang periode Januari hingga pertengahan Juni 2026.
Data ini menjadi sinyal kewaspadaan tinggi bagi masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Pasalnya, Kabupaten Sanggau diprediksi akan menghadapi musim kemarau yang cukup panjang mulai Juli hingga Oktober mendatang.
Kepala Seksi Pencegahan Bencana BPBD Sanggau, Kristian Hendro, mengungkapkan bahwa dari total 406 titik panas tersebut, Kecamatan Kapuas menyumbang 36 hotspot, disusul Kecamatan Mukok sebanyak 11 hotspot.
“Berdasarkan data hotspot dari Januari sampai dengan 11 Juni 2026, total titik panas di Kabupaten Sanggau berjumlah 406,” ujar Hendro di sela kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan
Penanggulangan Karhutla di Kantor Camat Kapuas, Kamis 11 Juni 2026
Meskipun rilis BMKG memperkirakan adanya peningkatan curah hujan dalam jangka pendek pada pertengahan Juni, Hendro menegaskan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap mengintai. Puncak musim kemarau diproyeksikan terjadi pada bulan Agustus dan September 2026, di mana curah hujan berada pada tingkat sangat rendah.
“Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus dan September. Kurangnya intensitas hujan pada periode tersebut berpotensi besar meningkatkan risiko karhutla secara signifikan,” tegasnya.
BPBD mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan guna mencegah terjadinya bencana kabut asap di wilayah Sanggau.(***)




