Sanggau,Halokalbar.com – Jemaat Gereja Pemberita Injil (Gepembri) Sanggau mengikuti ibadah minggu dengan penuh khidmat pada Minggu 2 Agustus 2026
Dalam pelayanan firman Tuhan kali ini, Pendeta Kristison menyampaikan khotbah mendalam yang diangkat dari kitab Matius 5:25-26, mengupas tuntas tentang esensi kerendahan hati dalam kehidupan seorang Kristen.
Dalam pemaparannya, Pdt. Kristison menekankan bahwa kerendahan hati bukanlah sekadar sikap sopan santun lahiriah, melainkan sebuah kualitas iman yang tecermin melalui dua dimensi utama: hubungan dengan Allah dan sikap terhadap sesama.
1. Kerendahan Hati dalam Hubungan dengan Allah
Dimensi pertama dan yang paling utama dari kerendahan hati adalah bagaimana seorang percaya menempatkan dirinya di hadapan Tuhan. Pdt. Kristison menjelaskan bahwa kerendahan hati di hadapan Allah mencakup beberapa poin krusial:
Ketaatan dan Kesetiaan: Kerendahan hati sejati diukur dari sejauh mana seorang Kristen mau taat dan setia menjalankan firman-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengutamakan Kehendak Tuhan: Sikap merendahkan diri berarti bersedia menundukkan keinginan pribadi di bawah kehendak Allah.
Tetap Taat di Tengah Kesulitan: “Terkadang mengikut kehendak Tuhan itu terasa sulit dan menantang bagi kita. Namun, di situlah tuntunan iman bekerja. Kita dipanggil untuk terus taat dan merelakan biarlah kehendak Tuhan yang terjadi dalam hidup kita, bukan kehendak kita sendiri,” tegas Pdt. Kristison di hadapan jemaat.
2. Kerendahan Hati di Hadapan Sesama
Melanjutkan khotbahnya dari petikan Matius 5:25-26—yang mengajarkan tentang pentingnya berdamai dengan lawan atau sesama selagi ada kesempatan—Pdt. Kristison menguraikan bagaimana kerendahan hati itu diwujudkan dalam relasi antarmanusia:
Pentingnya Berdamai dan Mengalah: Kerendahan hati mendorong seseorang untuk mau menyelesaikan konflik lebih awal, mengesampingkan ego, serta membuka diri untuk saling memaafkan sebelum timbul konsekuensi yang lebih berat.
Saling Menghargai dan Melayani: Orang yang rendah hati tidak memandang dirinya lebih tinggi dari orang lain, melainkan siap hadir untuk menjadi berkat dan melayani sesama dengan kasih.
Melalui pesan firman Tuhan ini, Pdt. Kristison mengajak seluruh jemaat Gepembri Sanggau untuk terus mempraktikkan kerendahan hati, baik dalam penyerahan diri secara utuh kepada Tuhan maupun dalam menjalin hubungan yang harmonis dan penuh kedamaian dengan sesama di kehidupan sehari-hari. (***)




