Sanggau, Halokalbar.com – Stok vaksin hewan di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau saat ini mengalami kelangkaan kritis. Vaksin untuk penyakit Rabies dilaporkan telah habis total, sementara vaksin African Swine Fever (ASF) atau sampar babi juga sama sekali tidak tersedia.
Di sisi lain, persediaan vaksin Newcastle Disease (ND) untuk komoditas unggas atau ayam dilaporkan masih relatif aman.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton, mengonfirmasi kondisi ketersediaan vaksin hewan di wilayahnya.
“Untuk vaksin Rabies saat ini stoknya sudah kosong. Sementara vaksin ASF untuk babi juga memang kosong. Yang masih tersedia cukup banyak adalah vaksin ND untuk ayam, yaitu sebanyak 8.400 dosis,” ujar Ambius Anton saat dikonfirmasi, Kamis 6 Agustus 2026
Ambius menjelaskan, kekosongan vaksin Rabies menjadi perhatian serius mengingat ancaman kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Sanggau masih perlu diwaspadai.
Pihaknya terus berupaya mengajukan tambahan alokasi ke pemerintah provinsi maupun pusat agar kebutuhan vaksinasi Rabies di lapangan dapat segera terpenuhi.
Mengenai kekosongan vaksin ASF, ia menambahkan bahwa penyakit sampar babi masih menjadi tantangan bagi para peternak lokal.
Belum tersedianya pasokan vaksin ASF di dinas membuat penanganan saat ini difokuskan pada imbauan penerapan biosecurity ketat di lingkungan kandang peternak.
Sementara itu, ketersediaan 8.400 dosis vaksin ND dipastikan siap didistribusikan untuk menjaga populasi ayam warga maupun peternak dari serangan wabah penyakit tetelo.
Disbunnak Kabupaten Sanggau mengimbau masyarakat dan para peternak untuk tetap aktif melaporkan kondisi kesehatan hewan ternaknya serta mengoptimalkan pencegahan mandiri selama pasokan vaksin Rabies dan ASF masih menunggu pengadaan lebih lanjut.(***)




