SANGGAU, HALOKALBAR.COM – Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Sanggau tahun 2026 berlangsung dengan kemeriahan.
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya milik satu etnis, melainkan telah menjadi bagian integral dari kekayaan budaya Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Susana saat membuka rangkaian perayaan Cap Go Meh 2026 pada Selasa 3 Maret 2026
Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perayaan ini sangat relevan untuk memperkuat sendi-sendi pembangunan daerah.
“Perayaan ini bukan hanya milik satu etnis, tetapi menjadi bagian dari kekayaan budaya kita bersama. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat relevan dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Susana di hadapan sekitar 500 warga Kota Sanggau yang hadir.
Dalam sambutannya, Susana juga mengaitkan perayaan tahun ini dengan simbol Tahun Kuda Api 2026. Ia menyebut simbol ini sebagai representasi keberanian, energi positif, dan kemajuan yang dinamis.
“Semangat Kuda Api ini selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Sanggau yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota Komisi IV DPR RI Poulus Hadi, Danyon TP 833/BD Letkol Inf. Riska Imran Rosadi, S.I.P., Waka Polres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H, serta unsur Forkopimcam Kapuas dan para tokoh masyarakat setempat.
Kesuksesan festival budaya tahunan ini tidak lepas dari pola pengamanan yang terencana dan humanis. Wakapolres Sanggau, Kompol Radian Andy Pratomo, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, TNI, Pemerintah Daerah, hingga masyarakat yang tertib menjaga situasi.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan berarti. Ini berkat sinergi semua pihak. Polres Sanggau berkomitmen terus hadir dalam setiap agenda masyarakat demi menjaga keamanan dan kerukunan,” tegas Kompol Radian.
Festival Cap Go Meh 2026 di Kabupaten Sanggau kali ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman dapat dirayakan dalam satu semangat persatuan, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.(***)





