SANGGAU, Halokalbar.com – Komunitas Pencinta Adat Budaya Nek Merah (KPBDNM) kembali menunjukkan eksistensinya dalam menjaga kekayaan tradisi lokal di Kalimantan Barat.
Bertepatan dengan momen perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Sanggau, komunitas ini tampil memukau menyuguhkan berbagai atraksi budaya yang memanjakan mata masyarakat, Selasa 3 Maret 2026
Sejarah dan Dedikasi untuk Budaya
Didirikan pada 18 Agustus 2015, KPBDNM lahir dari semangat kolektif untuk melestarikan adat dan budaya Dayak di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sanggau dan Sekadau.
Selama satu dekade, komunitas ini telah bertransformasi menjadi wadah penting bagi para pecinta budaya untuk berkumpul, belajar, dan melestarikan warisan leluhur.
Ketua Umum KPBDNM, Juventus Swastawan, menuturkan bahwa perjalanan komunitas tidak hanya terbatas pada atraksi fisik, tetapi juga aspek spiritual yang mendalam.

“Dalam komunitas kami, terdapat bagian spiritual yang sakral yakni Padagi. Ini terdiri dari Padagi Nek Panglima Mihrah, Padagi Ihncat Mihrah, Padagi Menuah Terakar, dan Padagi Bangsai/Mansai,” ujar Juventus.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan Padagi di kediamannya memiliki kisah tersendiri. Permintaan penanaman Padagi tersebut hadir melalui mimpi yang dialami Ketua Umum, yang kemudian diwujudkan pada 18 Agustus 2017—tepat dua tahun setelah komunitas berdiri.

Simbol Toleransi dan Kebersamaan
Lebih dari sekadar pelestarian adat, KPBDNM menjadikan kegiatan tahunan mereka sebagai jembatan silaturahmi. Komunitas ini aktif merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari pecinta budaya Dayak hingga lintas suku dan umat beragama di Kalimantan Barat.
“Tujuan kami sederhana namun bermakna; menciptakan toleransi dan menjaga kesejahteraan bersama. KPDNM hadir untuk menjadi pemersatu di tengah keberagaman,” tambah Juventus.
Keikutsertaan KPBDNM dalam memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh di Sanggau menjadi bukti nyata semangat inklusivitas tersebut. Atraksi yang ditampilkan komunitas ini mendapatkan sambutan hangat dari ribuan pasang mata masyarakat Kabupaten Sanggau yang memadati area perayaan.
KPBDNM berharap dapat terus konsisten menjadi garda terdepan dalam merawat adat istiadat, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga, baik secara individu maupun kelompok, demi Sanggau yang lebih harmonis.(***)





