Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Suarakan Nasib Peladang Sanggau, DAD Bonti: Melarang Tanpa Solusi Memicu Krisis Pangan
    26 detik lalu
    SE Larangan Bakar Lahan Diprotes DAD Pontianak, Dinilai Tabrak UU dan Perda Kearifan Lokal
    1 jam lalu
    Kritik Keras Dana Hibah Rp19,1 M Kejati Kalbar, Barisan Pemuda Melayu Minta KPK Turun Tangan
    2 hari lalu
    Hadiri Ultah ke-75 Paroki Jangkang, Paolus Hadi Sebut Gereja Sebagai Benteng Moral Masyarakat
    3 hari lalu
    Tampil Gagah dan Percaya Diri, Polwan Sanggau Ini Curi Perhatian di Upacara Kemerdekaan
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kalimantan Barat > Sanggau > Suarakan Nasib Peladang Sanggau, DAD Bonti: Melarang Tanpa Solusi Memicu Krisis Pangan
Kalimantan Barat

Suarakan Nasib Peladang Sanggau, DAD Bonti: Melarang Tanpa Solusi Memicu Krisis Pangan

kornelis
Diperbarui: 23/08/2026 14:57
kornelis
49 menit lalu
Bagikan

HALOKALBAR.COM, SANGGAU — Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, menyuarakan sikap tegas menolak potensi kriminalisasi terhadap masyarakat peladang tradisional pascamerebaknya isu penerapan Surat Edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Nomor 16 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar.

Masyarakat adat di wilayah Kecamatan Bonti menegaskan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, aturan larangan tersebut dinilai tidak boleh diterapkan secara membabi buta tanpa melihat kearifan lokal yang telah mengakar berabad-abad di Bumi Dancana Sanggau.

Ketua DAD Kecamatan Bonti Yeremias Marselinus
menyatakan bahwa masyarakat adat perladangan tradisional bukanlah pelaku perusakan lingkungan, melainkan penjaga alam yang taat pada norma adat dan aturan hukum yang berlaku.

“Kami di Kecamatan Bonti sangat mendukung upaya pemerintah menjaga lingkungan dari bencana karhutla. Tetapi kami tegaskan, SE 16/2026 tidak boleh dipakai untuk mengkriminalisasi peladang tradisional. Peladang adat membakar lahan secara terkendali untuk kelangsungan hidup dan perut keluarga, bukan untuk bisnis ekspansi,” tegas Ketua DAD Kecamatan Bonti di Sanggau, Minggu (23/8/2026).

Aturan Adat dan Perda Kalbar Sudah Diperketat di Bonti
Ia menjelaskan bahwa para peladang di Kecamatan Bonti tidak pernah membakar lahan secara sembarangan. Setiap aktivitas pembukaan ladang selalu mengikuti tata cara adat yang ketat, seperti pembuatan sekat bakar (keliling api), gotong royong menjaga api, hingga ritual adat sebelum dan sesudah pembukaan lahan.

Apalagi, Kalimantan Barat telah memiliki regulasi yang sangat jelas melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal.

“Dalam Perda Kalbar sudah diatur jelas, maksimal dua hektare per kepala keluarga dengan pengawasan ketat dan pembuatan sekat bakar. Jadi, Surat Edaran dari Kementerian tidak bisa serta-merta menghapus hak-hak masyarakat adat yang sudah dilindungi UU dan Perda,” tegasnya.

Mayoritas Lahan di Bonti Mineral, Bukan Gambut
Sektor geografis juga menjadi sorotan DAD Bonti. Sebagian besar wilayah perladangan masyarakat di Kecamatan Bonti berada di tanah mineral (tanah darat), bukan di ekosistem lahan gambut yang berisiko tinggi memicu kebakaran hebat yang sulit dipadamkan.

Oleh karena itu, aparat penegak hukum dan instansi terkait di Kabupaten Sanggau diminta untuk lebih bijak dan obyektif dalam melihat kondisi riil di lapangan.

“Beda tanah, beda risiko. Api di lahan mineral peladang adat itu sekali bakar langsung habis dan padam hari itu juga karena dijaga ketat. Berbeda dengan api di lahan gambut atau konsesi besar. Jangan sampai satelit mendeteksi hotspot di ladang warga, lalu warga langsung ditangkap tanpa verifikasi,” lugas Ketua DAD Bonti Yeremias Marselinus

Ancaman Krisis Pangan dan Dampak Sosial Ekonomi
DAD Kecamatan Bonti mengingatkan bahwa melarang masyarakat berladang tanpa memberikan solusi konkret berupa teknologi pengolahan tanah tanpa bakar (PLTB) yang terjangkau sama saja dengan mematikan mata pencaharian warga desa.

Jika larangan total dipaksakan, ketahanan pangan lokal di tingkat desa akan anjlok. Warga terpaksa membeli beras pasar, biaya hidup membengkak, dan angka kemiskinan di perdesaan berpotensi melonjak.

“Masyarakat kita berladang untuk makan, untuk menyekolahkan anak. Kalau berladang dilarang tanpa ada alat atau bantuan dari pemerintah, mau makan apa warga kami? Dampaknya warga bisa terdesak jadi buruh di tanahnya sendiri,” tuturnya.(***)

Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Pansel Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak JPTP Sanggau 2026, Ini Daftar Nama Pelamar yang Lulus
Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan
Jembatan Kelampai Parindu Terancam Putus, Anggota DPRD Sanggau Wendy Krisandy Desak Penanganan Cepat
Dugaan Pencemaran Sungai Lape oleh PT SBW, DLH Sanggau Tunggu Hasil Uji Lab
Kepala Desa Binjai Desak DLH Sanggau Usut Dugaan Pencemaran Sungai Lape oleh Limbah Sawit

Berita Menarik Lainnya

SE Larangan Bakar Lahan Diprotes DAD Pontianak, Dinilai Tabrak UU dan Perda Kearifan Lokal
1 jam lalu
Kritik Keras Dana Hibah Rp19,1 M Kejati Kalbar, Barisan Pemuda Melayu Minta KPK Turun Tangan
2 hari lalu
Hadiri Ultah ke-75 Paroki Jangkang, Paolus Hadi Sebut Gereja Sebagai Benteng Moral Masyarakat
3 hari lalu
Tampil Gagah dan Percaya Diri, Polwan Sanggau Ini Curi Perhatian di Upacara Kemerdekaan
3 hari lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar