Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Wakil Bupati Sanggau: TMMD Bukan Cuma Bangun Jalan, Tapi Kesejahteraan Rakyat
    8 jam lalu
    Sinergi Pemkab Sanggau dan TNI, Rp1,5 Miliar Dialokasikan untuk Akses Jalan di Kembayan
    9 jam lalu
    Urbanus Apresiasi TNI Tetap Kedepankan Adat di TMMD Sanggau
    15 jam lalu
    Mengenal Fitrian Widianto, ASN 3T yang Harumkan Nama Sanggau di Kancah Nasional
    5 hari lalu
    KPPN Sanggau Edukasi Warga Olah Sampah Organik Jadi Pupuk dan Pestisida.
    5 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kalimantan Barat > Menjaga Tradisi dan Ketahanan Pangan: Suku Dayak Kalimantan Barat Memulai Musim Tanam Padi
Kalimantan Barat

Menjaga Tradisi dan Ketahanan Pangan: Suku Dayak Kalimantan Barat Memulai Musim Tanam Padi

kornelis
Diperbarui: 25/08/2025 13:02
kornelis
8 bulan lalu
Bagikan

Kalimantan Barat – Haloklbar.com
Musim tanam padi telah tiba di Kalimantan Barat, dan bagi masyarakat Suku Dayak, ini adalah momen penting yang tidak hanya menandai dimulainya kegiatan pertanian, tetapi juga menjadi ajang untuk melestarikan adat dan budaya leluhur.

Aktivitas berladang, sebuah tradisi turun-temurun, kembali ramai dilakukan di berbagai wilayah pedalaman.

Masyarakat Suku Dayak bahu-membahu membersihkan lahan yang telah disiapkan untuk ditanami. Lahan yang tampak hangus terbakar ini adalah bagian dari metode pertanian tradisional yang dikenal sebagai sistem tebang-bakar, atau “berladang”.

Meskipun metode ini sering kali menimbulkan perdebatan, bagi Suku Dayak, ini adalah cara yang telah terbukti selama berabad-abad untuk mempersiapkan lahan agar subur dan siap ditanami padi.


Lebih dari sekadar mata pencaharian, berladang adalah fondasi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Dayak.

Prosesnya melibatkan serangkaian ritual adat, mulai dari pemilihan lahan, persiapan, hingga upacara panen. Setiap tahapan memiliki makna mendalam, yang menunjukkan rasa syukur kepada alam dan nenek moyang.

Menurut salah seorang Masyarakat  adat setempat, yang ada di Kabupaten Sanggau Yohanes Acoi berladang adalah salah satu cara utama Suku Dayak dalam mempertahankan ketahanan pangan keluarga.

“Ini bukan hanya soal menanam padi, tapi juga soal menjaga kehidupan. Hasil panen inilah yang akan kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga selama setahun ke depan,” ujar salah seorang Masyarakat Adat Yohanes Acoi  adat. Pada 25 Agustus 2025


Bagi generasi muda Suku Dayak, berladang juga menjadi ajang pembelajaran untuk memahami nilai-nilai kebersamaan dan kerja keras.

Dalam prosesnya, semua anggota keluarga, dari yang tua hingga yang muda, terlibat aktif. Semangat gotong royong dan saling membantu sangat terasa, mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan dan komunitas.

Dengan terus berjalannya tradisi berladang ini, masyarakat Suku Dayak Kalimantan Barat tidak hanya memastikan ketersediaan pangan bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menjaga warisan budaya yang kaya dan unik agar tidak punah ditelan zaman.(***)

TAG:#Kalbar #SanggauIndonesiaketahanan panganpeladang bukan penjahat
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Paolus Hadi Serahkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Desa Sosok
Marina Rona Resmi Pimpin Pokja Bunda PAUD Sanggau, Siap Kawal Transisi PAUD ke SD
Pasca-Kebakaran Pasar Sosok: 10 Ruko Ludes, Kerugian Materiil Ditaksir Mencapai Miliaran Rupiah
Pastikan Aman, PT GKM Bedah Hasil Uji Lab Sungai Seberu dan Setogor ke Publik
Tiga Nama Resmi Masuk Bursa Calon Ketua KONI, TPP Mulai Verifikasi Berkas

Berita Menarik Lainnya

Wakil Bupati Sanggau: TMMD Bukan Cuma Bangun Jalan, Tapi Kesejahteraan Rakyat
8 jam lalu
Sinergi Pemkab Sanggau dan TNI, Rp1,5 Miliar Dialokasikan untuk Akses Jalan di Kembayan
9 jam lalu
Urbanus Apresiasi TNI Tetap Kedepankan Adat di TMMD Sanggau
15 jam lalu
Mengenal Fitrian Widianto, ASN 3T yang Harumkan Nama Sanggau di Kancah Nasional
5 hari lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar