Jakarta, 26 Agustus 2025 – Aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR Jakarta pada Senin, 25 Agustus 2025, mendapat sorotan luas dari media internasional. Bentrokan antara mahasiswa, massa aksi, dan aparat kepolisian terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial dan menjadi berita utama di berbagai kantor berita asing.
Kantor berita Reuters melaporkan penggunaan gas air mata dan water cannon oleh polisi saat ratusan demonstran berusaha mendekati kompleks parlemen. Dalam laporannya, Reuters menyoroti tuntutan massa terhadap besarnya tunjangan anggota DPR yang dianggap tidak sebanding dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Associated Press (AP) menuliskan bahwa lebih dari 1.200 personel keamanan dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. AP juga menggambarkan bagaimana demonstran merespons dengan lemparan batu serta membakar sepeda motor di sekitar lokasi.
Liputan serupa juga muncul di Al Jazeera dan The Guardian. Kedua media menekankan bahwa kemarahan publik tidak hanya dipicu oleh isu tunjangan parlemen, tetapi juga ketimpangan ekonomi yang semakin terasa di tengah masyarakat. Media Eropa seperti Euronews bahkan menghubungkan protes ini dengan gelombang aksi publik yang telah terjadi sejak awal 2025.
Di luar media arus utama, rekaman langsung di YouTube, Instagram, Facebook, hingga X (Twitter) turut menyebarkan berbagai momen ricuh. Potongan video aparat menembakkan gas air mata serta massa yang membakar kendaraan menjadi viral dan memicu perbincangan global. Banyak warganet asing menyoroti kesenjangan sosial sebagai penyebab utama pecahnya aksi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah negara lain terkait peristiwa tersebut. Namun, perhatian internasional terutama datang dari pemberitaan media dan reaksi publik di dunia maya, yang menilai aksi 25 Agustus sebagai gambaran ketidakpuasan rakyat terhadap elit politik di Indonesia.
