Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
    2 hari lalu
    49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
    3 hari lalu
    Peduli Kesehatan, PMI Kabupaten Sanggau Bersama Relawan Bagikan 1.000 Masker dan Air Bersih
    5 hari lalu
    Ringankan Beban Tim Karhutla, P2D Kabupaten Sanggau Salurkan Bantuan Logistik
    5 hari lalu
    Satgas Karhutla Sanggau Perpanjang Masa Tanggap Darurat untuk Antisipasi Dampak Kebakaran
    6 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Dari Rp100 Juta ke Rp65,5 Juta: Hitungan Lengkap Gaji DPR dan Reaksi Publik
Nasional

Dari Rp100 Juta ke Rp65,5 Juta: Hitungan Lengkap Gaji DPR dan Reaksi Publik

VIVM
Diperbarui: 06/09/2025 23:17
VIVM
1 tahun lalu
Bagikan

Jakarta, 7 September 2025 — Isu gaji dan tunjangan anggota DPR RI kembali memicu perdebatan nasional. Setelah tekanan publik dan gelombang protes, DPR mengumumkan pemangkasan beberapa tunjangan — termasuk penghentian tunjangan perumahan — sehingga total take-home pay (THP) yang dipublikasikan kini disampaikan sekitar Rp65,6 juta per bulan. Keputusan itu sebagian menjawab kritik bahwa penerimaan legislator jauh melampaui rata-rata pendapatan rakyat dan upah minimum provinsi.

Konten
Tabel Perbandingan: Sebelum vs Setelah PemangkasanBandingkan dengan pendapatan rakyatSudut pandang pakar & LSM

  • DPR menyatakan telah menghentikan tunjangan perumahan yang sempat jadi pemicu kemarahan publik; efeknya membuat total THP anggota turun dari angka yang sebelumnya dilaporkan lebih tinggi. Pengumuman resmi disampaikan pimpinan DPR dalam konferensi pers beberapa hari terakhir.

  • Angka yang kini beredar sebagai THP anggota DPR: Rp65.595.730 per bulan (sekitar Rp65,6 juta). Angka ini adalah agregat gaji pokok plus berbagai tunjangan melekat dan tunjangan konstitusional setelah pemangkasan beberapa komponen.

Penting: angka-angka sebelumnya (sebelum pemangkasan) yang beredar di publik sempat mencapai klaim lebih dari Rp100 juta per bulan—yang memicu protes—meskipun kemudian sejumlah tunjangan diklarifikasi/pangkas oleh DPR.


Tabel Perbandingan: Sebelum vs Setelah Pemangkasan

Komponen Sebelum (laporan publik) Setelah pemangkasan (dilaporkan DPR)
Gaji pokok Rp 4.200.000 Rp 4.200.000.
Tunjangan melekat (beras, komunikasi, asisten, dsb.) Besar — beragam, laporan total tunjangan melekat & operasional sempat membuat THP > Rp100 juta menurut beberapa perhitungan publik. Komponen melekat tetap (sekitar Rp16,7 juta total komponen melekat menurut rincian DPR).
Tunjangan perumahan Rp ~50 juta/bln (sumber klaim publik yang memicu protes). Dihentikan efektif 31 Agustus 2025.
Tunjangan jabatan & paket sidang Ada (besar variatif) Tetap ada dalam perhitungan; rincian disampaikan DPR.
Total THP Klaim publik beragam; sempat dipandang >Rp100 juta Rp65.595.730 per bulan (rincian DPR setelah pemangkasan).

(Catatan: perhitungan komponen tunjangan di lapangan melibatkan banyak ruang administrasi — beberapa komponen bersifat insidentil, perjalanan dinas, serta tunjangan non-tetap — sehingga angka “sebelum” sering diperdebatkan.)


Bandingkan dengan pendapatan rakyat

  • Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2025: sekitar Rp5,39 juta/bulan. Artinya THP DPR (Rp65,6 juta) ~12 kali UMP DKI. Perbandingan ini kerap menjadi bahan kritik publik.

  • Rata-rata upah sektor menurut BPS berada jauh di bawah THP anggota DPR; perbandingan semacam ini yang memperbesar citra jurang ekonomi antara wakil rakyat dan rata-rata warga.


  • Gelombang protes & kampanye online: Isu tunjangan DPR memicu protes jalanan dan trending di media sosial (tagar, video TikTok, posting X), dengan narasi “duduk nyaman di atas luka rakyat”. Banyak warganet mengunggah perbandingan angka dan menuntut transparansi penuh.

  • Respons positif sementara: Pemangkasan tunjangan disambut ringan oleh sebagian publik sebagai kemenangan tekanan rakyat, tetapi ada juga skeptisisme — publik menuntut audit menyeluruh, pembatalan tunjangan lain, dan jaminan bahwa penghematan benar-benar dialihkan untuk program publik.

  • Komentar politisi & DPR: Pimpinan DPR menyatakan langkah pemangkasan sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi; mereka juga meminta publik melihat komponen teknis yang masih melekat. Namun oposisi dan aktivis HAM menilai pemangkasan itu sebagian akibat tekanan publik, bukan inisiatif proaktif untuk reformasi struktural.


Sudut pandang pakar & LSM

  • Pengamat anggaran meminta publikasi lengkap semua komponen beserta dasar hukum dan total anggaran yang dialokasikan negara untuk remunerasi legislatif—agar perdebatan tidak berhenti di angka THP semata.

  • Organisasi masyarakat sipil menuntut audit independen, pembatasan fasilitas non-esensial, dan mekanisme transparansi berkala agar kejadian serupa tak berulang. Beberapa LSM juga menyoroti urgensi menata ulang sistem remunerasi agar fokus pada tugas representasi dan bukan fasilitas hidup berlebih.

TAG:Gaji dan Tunjangan DPR terbaruSentimen MasyarakatTransparansi Anggaran
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

SE Larangan Bakar Lahan Diprotes DAD Pontianak, Dinilai Tabrak UU dan Perda Kearifan Lokal
Ini Formasi Lengkap Pasukan Paskibraka Kabupaten Sanggau 2026
DPRD Sanggau Dibuat Meradang, PT SBW Ngotot Tak Buang Limbah ke Sungai Lape
Hadiri Ultah ke-75 Paroki Jangkang, Paolus Hadi Sebut Gereja Sebagai Benteng Moral Masyarakat
Resmi Dikukuhkan, 29 Anggota Paskibraka Sanggau Siap Bertugas di HUT ke-81 RI

Berita Menarik Lainnya

Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
3 bulan lalu
KUHAP Baru Berlaku, PERADI PROFESIONAL Dorong Penguatan Advokat dalam Panca Wangsa Penegak Hukum
4 bulan lalu
Wabup Sanggau Dorong Harmonisasi Kebijakan Pusat-Daerah di Forum ASWAKADA 2026
5 bulan lalu
Polisi Ringkus Pria di Kembayan Sanggau, 4,42 Gram Sabu dan Timbangan Disita
5 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar