Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Hadiri Penutupan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau
    2 hari lalu
    Siapkan Produk Unggulan Daerah, Puluhan UMKM di Sanggau Ikuti Sosialisasi PUD Lestari
    3 hari lalu
    Kecelakaan Maut Jupiter vs KLX di Jangkang Sanggau, Perangkat Desa di Kecamatan Jangkang Meninggal Dunia
    4 hari lalu
    Sanksi Adat 66 Tael Lunas, Perkara PT TBS dan Masyarakat di Kecamatan Bonti Resmi Selesai
    5 hari lalu
    Sanggau Usul Jadi Tuan Rumah 2 Cabor Porprov Kalbar 2026, Daud Yordan Beri Sinyal Positif
    5 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Dari Rp100 Juta ke Rp65,5 Juta: Hitungan Lengkap Gaji DPR dan Reaksi Publik
Nasional

Dari Rp100 Juta ke Rp65,5 Juta: Hitungan Lengkap Gaji DPR dan Reaksi Publik

VIVM
Diperbarui: 06/09/2025 23:17
VIVM
11 bulan lalu
Bagikan

Jakarta, 7 September 2025 — Isu gaji dan tunjangan anggota DPR RI kembali memicu perdebatan nasional. Setelah tekanan publik dan gelombang protes, DPR mengumumkan pemangkasan beberapa tunjangan — termasuk penghentian tunjangan perumahan — sehingga total take-home pay (THP) yang dipublikasikan kini disampaikan sekitar Rp65,6 juta per bulan. Keputusan itu sebagian menjawab kritik bahwa penerimaan legislator jauh melampaui rata-rata pendapatan rakyat dan upah minimum provinsi.

Konten
Tabel Perbandingan: Sebelum vs Setelah PemangkasanBandingkan dengan pendapatan rakyatSudut pandang pakar & LSM

  • DPR menyatakan telah menghentikan tunjangan perumahan yang sempat jadi pemicu kemarahan publik; efeknya membuat total THP anggota turun dari angka yang sebelumnya dilaporkan lebih tinggi. Pengumuman resmi disampaikan pimpinan DPR dalam konferensi pers beberapa hari terakhir.

  • Angka yang kini beredar sebagai THP anggota DPR: Rp65.595.730 per bulan (sekitar Rp65,6 juta). Angka ini adalah agregat gaji pokok plus berbagai tunjangan melekat dan tunjangan konstitusional setelah pemangkasan beberapa komponen.

Penting: angka-angka sebelumnya (sebelum pemangkasan) yang beredar di publik sempat mencapai klaim lebih dari Rp100 juta per bulan—yang memicu protes—meskipun kemudian sejumlah tunjangan diklarifikasi/pangkas oleh DPR.


Tabel Perbandingan: Sebelum vs Setelah Pemangkasan

Komponen Sebelum (laporan publik) Setelah pemangkasan (dilaporkan DPR)
Gaji pokok Rp 4.200.000 Rp 4.200.000.
Tunjangan melekat (beras, komunikasi, asisten, dsb.) Besar — beragam, laporan total tunjangan melekat & operasional sempat membuat THP > Rp100 juta menurut beberapa perhitungan publik. Komponen melekat tetap (sekitar Rp16,7 juta total komponen melekat menurut rincian DPR).
Tunjangan perumahan Rp ~50 juta/bln (sumber klaim publik yang memicu protes). Dihentikan efektif 31 Agustus 2025.
Tunjangan jabatan & paket sidang Ada (besar variatif) Tetap ada dalam perhitungan; rincian disampaikan DPR.
Total THP Klaim publik beragam; sempat dipandang >Rp100 juta Rp65.595.730 per bulan (rincian DPR setelah pemangkasan).

(Catatan: perhitungan komponen tunjangan di lapangan melibatkan banyak ruang administrasi — beberapa komponen bersifat insidentil, perjalanan dinas, serta tunjangan non-tetap — sehingga angka “sebelum” sering diperdebatkan.)


Bandingkan dengan pendapatan rakyat

  • Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2025: sekitar Rp5,39 juta/bulan. Artinya THP DPR (Rp65,6 juta) ~12 kali UMP DKI. Perbandingan ini kerap menjadi bahan kritik publik.

  • Rata-rata upah sektor menurut BPS berada jauh di bawah THP anggota DPR; perbandingan semacam ini yang memperbesar citra jurang ekonomi antara wakil rakyat dan rata-rata warga.


  • Gelombang protes & kampanye online: Isu tunjangan DPR memicu protes jalanan dan trending di media sosial (tagar, video TikTok, posting X), dengan narasi “duduk nyaman di atas luka rakyat”. Banyak warganet mengunggah perbandingan angka dan menuntut transparansi penuh.

  • Respons positif sementara: Pemangkasan tunjangan disambut ringan oleh sebagian publik sebagai kemenangan tekanan rakyat, tetapi ada juga skeptisisme — publik menuntut audit menyeluruh, pembatalan tunjangan lain, dan jaminan bahwa penghematan benar-benar dialihkan untuk program publik.

  • Komentar politisi & DPR: Pimpinan DPR menyatakan langkah pemangkasan sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi; mereka juga meminta publik melihat komponen teknis yang masih melekat. Namun oposisi dan aktivis HAM menilai pemangkasan itu sebagian akibat tekanan publik, bukan inisiatif proaktif untuk reformasi struktural.


Sudut pandang pakar & LSM

  • Pengamat anggaran meminta publikasi lengkap semua komponen beserta dasar hukum dan total anggaran yang dialokasikan negara untuk remunerasi legislatif—agar perdebatan tidak berhenti di angka THP semata.

  • Organisasi masyarakat sipil menuntut audit independen, pembatasan fasilitas non-esensial, dan mekanisme transparansi berkala agar kejadian serupa tak berulang. Beberapa LSM juga menyoroti urgensi menata ulang sistem remunerasi agar fokus pada tugas representasi dan bukan fasilitas hidup berlebih.

TAG:Gaji dan Tunjangan DPR terbaruSentimen MasyarakatTransparansi Anggaran
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Sentil Kampanye Kendaraan Listrik, Pemuda Katolik Kalbar: Pasokan PLN Saja Masih Bermasalah!
Buang Limbah ke Sungai Sekayam, PT TBS Dituntut Sanksi Adat 66 Tael dan Sebuah Mobil Ditahan Warga
Durian Dori dan Soba Asal Desa Lape Siap Tarung Melawan 51 Peserta di Kapolres Cup
Ekonomi Kalbar Terancam Lumpuh Akibat Mati Lampu, BPM Desak Copot Pimpinan PLN
Boiler PLTU Bocor, PLN Batasi Aliran Listrik di Sejumlah Wilayah Kalimantan Barat

Berita Menarik Lainnya

Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
1 bulan lalu
KUHAP Baru Berlaku, PERADI PROFESIONAL Dorong Penguatan Advokat dalam Panca Wangsa Penegak Hukum
3 bulan lalu
Wabup Sanggau Dorong Harmonisasi Kebijakan Pusat-Daerah di Forum ASWAKADA 2026
3 bulan lalu
Polisi Ringkus Pria di Kembayan Sanggau, 4,42 Gram Sabu dan Timbangan Disita
3 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar