PARIS, Prancis – Rabu, 11 September 2025 — Prancis diguncang gelombang protes nasional besar-besaran yang dikenal dengan slogan “Block Everything” (Bloquons Tout!). Demonstran menuntut agar Presiden Emmanuel Macron mundur, memprotes kebijakan penghematan (austerity) dan ketidakstabilan politik yang dinilai makin parah. Yang menarik: di beberapa aksi, muncul bendera “Straw Hat Pirates” dari manga One Piece, digunakan sebagai simbol identitas perlawanan oleh generasi muda yang menyuarakan kekecewaan terhadap situasi pemerintahan.
-
Pemicu protes
Protes dimulai dari ketidakpuasan atas rencana pemotongan anggaran sebesar €44 miliar, termasuk penghapusan hari libur nasional, pembekuan pensiun 2026, dan pemangkasan dana publik di sektor kesehatan. François Bayrou, perdana menteri yang mengusulkan anggaran ini, kehilangan suara kepercayaan di parlemen dan digantikan oleh Sébastien Lecornu – yang dianggap sebagai sekutu dekat Macron. -
“Block Everything”
Gerakan tanpa pemimpin resmi ini memobilisasi masyarakat lewat media sosial dan grup obrolan terenkripsi selama musim panas. Aksi-aksinya mencakup pemblokiran jalan, kerusakan, membakar sampah, hingga bentrokan dengan polisi di banyak kota termasuk Paris, Nantes, Marseille, Lyon. 80.000 aparat keamanan dikerahkan untuk mengendalikan situasi. -
Tuntutan agar Macron mundur
Banyak spanduk dan yel-yel yang menyerukan pengunduran diri Presiden Macron. Protestan dan kelompok oposisi menyebut pemerintahannya gagal meredam krisis ekonomi, meningkatnya ketidaksetaraan, dan kepercayaan publik yang terus merosot.
Simbol Bendera One Piece
-
Penampakan bendera
Di beberapa aksi, terutama di Montpellier dan Paris, muncul bendera kartun bajak laut Straw Hat Pirates—simbol dari manga/anime One Piece—yang berguna sebagai lambang protes terhadap korupsi dan pemimpin yang dianggap tidak mendengarkan rakyat. -
Makna simbolis
Bendera ini sebelumnya juga muncul di negara-negara lain (seperti Indonesia dan Nepal) dalam protes generasi muda sebagai ungkapan keraguan terhadap sistem politik yang ada dan keinginan untuk kebebasan dari institusi yang korup. Pemakaian bendera One Piece di Prancis dipandang oleh sejarawan budaya dan pengamat protes sebagai bagian dari budaya pop yang diambil sebagai media ekspresi kritik dan solidaritas termodern.
Reaksi & Dampak
-
Dampak sosial & politik
Protes ini memperlihatkan bukan hanya ketidakpuasan terhadap kebijakan spesifik, tetapi juga terhadap keseluruhan sistem pemerintahan. Banyak warga muda, serikat buruh, partai-kiri dan kelompok kiri-tengah ikut terlibat. -
Respon pemerintah
Pemerintah mengerahkan ratusan pasukan polisi dan gendarme, serta memperingatkan risiko kekerasan dan sabotase. Macron belum menyatakan akan mundur. Pemerintah baru berharap bahwa pengangkatan Lecornu sebagai Perdana Menteri akan membawa stabilitas. Namun, kritik tetap tajam bahwa pergantian PM saja tidak cukup jika akar masalah ekonomi dan kepercayaan publik tidak ditangani.
Bendera Straw Hat Pirates bukan sekadar dekorasi. Itu mengandung pesan simbolis: kelompok bajak laut dalam One Piece dikenal karena melawan penindasan, pemerintah korup, dan membela kelompok yang lemah. Bagi pengunjuk rasa, simbol ini mengkomunikasikan bahwa mereka merasa menjadi korban ketidakadilan dan ingin “merebut kembali” suara dan hak mereka. Penggunaan simbolisme budaya populer dalam protes memperkuat identitas kolektif dan menggaet simpati terutama dari kaum muda.
