Rabu, 24 September 2025 – Sebanyak belasan siswa dan seorang guru di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengalami keracunan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa siang — memicu penutupan sementara dapur penyedia dan seruan dari orang tua serta aktivis agar program makan gratis nasional dievaluasi menyeluruh.
Kejadian dilaporkan terjadi pada Selasa (23/9/2025). Menurut keterangan regional MBG dan liputan media, 16 siswa dan 1 guru di SDN 12 Benua Kayong mengalami muntah, sesak napas, dan mual setelah menyantap paket MBG — beberapa diantaranya dirujuk dan dirawat di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Dugaan sementara menyorot menu ikan hiu / nugget ikan hiu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra setempat.
Pihak regional MBG Kalbar menyatakan operasional SPPG Dapur Mitra Mandiri 2 dihentikan sementara dan kepala dapur dinonaktifkan sambil menunggu investigasi. Pihak kesehatan setempat sedang melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel makanan untuk uji laboratorium. Pemeriksaan awal juga menyorot kemungkinan bahwa jenis ikan yang jarang dikonsumsi oleh anak-anak menjadi faktor pemicu.
Kasus Ketapang datang di tengah serangkaian insiden keracunan makanan yang terkait program MBG di berbagai daerah — dari Jawa Barat hingga Banggai dan Garut — yang menurut laporan internasional dan media sudah menimpa ribuan siswa sejak program ini berjalan. Laporan Reuters bahkan menyebut puluhan ribu hingga beberapa ribu kasus dilaporkan di beberapa provinsi, sehingga sebagian NGO menyerukan penangguhan sementara program untuk evaluasi keselamatan pangan.
Orang tua menyatakan panik dan menuntut jas rehabilitasi serta evaluasi menyeluruh. Seorang wali murid menyebutkan bagaimana anaknya tiba-tiba muntah di sekolah dan segera dilarikan ke puskesmas; orang tua menuntut agar menu dikaji ulang sesuai kebiasaan konsumsi lokal. Sekolah dan dinas terkait menyatakan komitmen menunggu hasil laboratorium dan memberi prioritas keselamatan murid.
-
Keamanan pangan & SOP dapur mitra: apakah standar sanitasi, rantai dingin, dan pelatihan pengelola SPPG sudah dipenuhi? Kasus-kasus serupa sebelumnya menemukan kegagalan di pengelolaan bahan baku dan distribusi.
-
Kesesuaian menu lokal: pemilihan bahan yang jarang dikonsumsi oleh anak sekolah berpotensi memicu reaksi atau ketidaksukaan, dan dalam kasus tertentu memicu gangguan pencernaan.
-
Pengawasan & akuntabilitas: orang tua dan NGO mendesak transparansi proses verifikasi mitra dapur, termasuk audit reguler dan sertifikasi keamanan pangan.
-
Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyebut pemilihan bahan sebagai salah satu titik pemeriksaan dalam investigasi.
-
Sejumlah NGO dan kelompok kesehatan menyarankan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen MBG, dengan beberapa pihak menyerukan penangguhan sementara di daerah yang rawan sampai standar pangan terjamin. Laporan internasional juga menyorot pola insiden berulang yang perlu investigasi nasional.
Insiden di Ketapang menambah tekanan pada program MBG yang menjadi prioritas pemerintah untuk menurunkan stunting dan meningkatkan gizi anak. Untuk meredam krisis kepercayaan publik, langkah yang direkomendasikan para ahli dan NGOs meliputi:
-
Pengujian laboratorium independen terhadap sampel makanan; hasil harus dipublikasikan.
-
Audit operasional SPPG: sanitasi, pelatihan staf, rantai pasok dingin.
-
Penyesuaian menu berdasarkan kebiasaan konsumsi lokal dan uji alergi/reaksi.
-
Transparansi & komunikasi publik: perbaiki alur komunikasi dengan orang tua dan sekolah.
