Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
    13 jam lalu
    Tanggap Bencana, BPBD Sanggau Sediakan Layanan Call Center 24 Jam: Catat Nomornya!
    13 jam lalu
    Wujudkan Swasembada Pangan, Yon TP 833 Bumi Daranante Gelar Tanam Padi Perdana di Desa Lape
    18 jam lalu
    Rayakan Satu Abad, Paroki Katedral Sanggau Gelar Talkshow Inspiratif: “Belajar dari Sejarah untuk Membuat Sejarah”
    19 jam lalu
    Butuh Dana Rp 2 Miliar, Pembangunan Drainase Jalan Agus Salim Sanggau Dikerjakan Bertahap
    2 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kesehatan > Dari Bioink ke Organ: Bagaimana Bioprinting Bisa Menjadi Revolusi Transplantasi dan Penelitian Kanker
Kesehatan

Dari Bioink ke Organ: Bagaimana Bioprinting Bisa Menjadi Revolusi Transplantasi dan Penelitian Kanker

VIVM
Diperbarui: 28/09/2025 23:32
VIVM
3 bulan lalu
Bagikan

Minggu, 28 September 2025 – Bayangkan sebuah dunia di mana ginjal rusak dicetak ulang di lab, kulit terbakar diregenerasi melalui printer sel, dan tumor pasien diuji secara langsung menggunakan model cetak sendiri. Itulah janji bioprinting, teknologi cetak 3D yang menggunakan sel hidup dan “bioink” sebagai bahan baku. Dalam tahun-tahun terakhir, penelitian mutakhir telah menembus batas: pencetakan jaringan vaskular, kulit yang memiliki sirkulasi darah, dan model tumor personal. Tapi tantangannya juga besar — dari stabilitas sel hingga skalabilitas manufaktur. Berikut kisah terbarunya.

Konten
Terobosan & riset terbaru yang patut diperhatikanManfaat & potensi aplikasi besarHambatan & risiko yang harus diatasiReaksi publik & antusiasme komunitas teknologiProspek Indonesia & Asia Tenggara

Bioprinting adalah metode cetak 3D yang menggunakan sel hidup, biomaterial (bioink), dan perangkat printer yang dikontrol komputer untuk membangun struktur biologis seperti jaringan atau organ. Metode ini termasuk teknik ekstrusi sel, cetak embedded, stereolithography, atau teknik khusus seperti FRESH

Proses umumnya:

  1. Desain struktur (CAD) berdasarkan data medis / citra

  2. Persiapan bioink (sel + matriks pendukung)

  3. Ekstrusi sel secara lapis demi lapis

  4. Pemeliharaan dalam kondisi kultivasi agar sel tumbuh & matang

Tantangan besar adalah menjaga agar sel tetap hidup, menerima nutrisi (oksigen), membentuk aliran darah (vascularization), dan integrasi fungsional dalam tubuh.


Terobosan & riset terbaru yang patut diperhatikan

Inovasi / Penelitian Institusi / Peneliti Deskripsi Singkat Potensi Aplikasi
Teknik monitoring real-time & kontrol proses MIT, Ritu Raman et al. Metode terbaru untuk mengintegrasikan pengawasan langsung selama proses bioprinting agar mengurangi cacat dan limbah bahan. Cetak jaringan dengan kualitas lebih stabil & efisien
FRESH (Freeform Reversible Embedding of Suspended Hydrogels) Feinberg Lab, CMU Cetak jaringan lunak vaskular dengan resolusi sangat tinggi (kanal seperti pembuluh darah kecil). Pengembangan jaringan pankreas, kulit, dan organ lunak lainnya
Metode TRACE Stony Brook University Teknik cepat untuk merakit elemen kolagen alami, mengatasi kesulitan mencetak bahan tubuh alami. Model jaringan fisiologi, uji obat, pembuatan organ kompleks
3D cetak organ lunak & pembuluh darah Northeastern Univ. (Guohao Dai) Material elastis baru yang cocok untuk jaringan lunak agar bisa dicetak menjadi pembuluh darah & organ lunak. Pencetakan paru, hati, pembuluh darah buatan
Model tumor 3D Tim TissueTinker (McGill & lain) Cetak model tumor kecil (300 mikron) untuk penelitian kanker, bandingkan jaringan sehat & tumor secara detail. Pengujian terapi kanker yang lebih akurat dan personal
Adipose (jaringan lemak) bioprinting baru Pusan National University Metode untuk mencetak jaringan adiposa menggunakan bioink hybrid, yang mendukung regenerasi kulit dan perlindungan jaringan. Rekonstruksi lemak / kulit, aplikasi estetika & medis
Tissue morphing / cetak ‘4D’ Univ. Galway Jaringan cetak yang bisa berubah bentuk karena gaya sel sendiri — meniru perkembangan alamiah organ (mis. jantung). Model jantung dinamis, jaringan organ adaptif

Manfaat & potensi aplikasi besar

  • Transplantasi tanpa donor: mencetak organ seperti ginjal, hati, jantung dari sel pasien sendiri → mengurangi penolakan dan donor waiting list.

  • Model penyakit & penelitian obat: cetak tumor atau jaringan pasien → uji obat langsung terhadap jaringan nyata. (Contoh: gastric cancer 3D model)

  • Regenerasi kulit & jaringan luka: inovasi baru mencetak kulit beredar darah (vascularized skin) telah dicapai dalam penelitian terkini.

  • Implant & perbaikan tulang: pencetakan mesh tulang & scaffolding untuk memperbaiki cacat tulang besar.

  • Reduksi hewan percobaan: model jaringan hidup menggantikan hewan uji → etika & efisiensi penelitian lebih tinggi. (Seperti workshop India mendemonstrasikan bioprinting untuk kurangi penggunaan hewan)


Hambatan & risiko yang harus diatasi

  • Vaskularisasi & suplai nutrisi: jaringan besar butuh sistem pembuluh darah agar sel tengah tidak mati — ini adalah tantangan besar.

  • Kekakuan & kekuatan mekanik: jaringan harus kuat dan fleksibel sesuai fungsi (mis. jantung berdetak, paru memuai).

  • Skalabilitas produksi: mencetak organ manusia utuh dalam ukuran besar dengan biaya & waktu yang wajar masih sulit.

  • Regulasi & etika: penggunaan sel manusia, keamanan, implan jangka panjang dan adaptasi tubuh terhadap jaringan bioprinting.

  • Keberlanjutan & bahan bioink: bioink harus aman, dapat memperbaiki diri, dan kompatibel dengan tubuh.


Reaksi publik & antusiasme komunitas teknologi

Demonstrasi publik baru-baru ini di India (MSU) menarik perhatian akademisi dan masyarakat: pencetakan tulang secara langsung menggunakan printer 3D bioprinting menjadi pertunjukan visual teknologis.

Baca juga

Memasuki Musim kemarau, Masyarakat diminta jaga Kesehatan, karena rentan terserang Ispa dan Diare
IQ Bukan Sekadar Angka: Begini Cara Menumbuhkan Kecerdasan Anak Sejak Dini, dan Mitos yang Perlu Anda Tahu
Waspada! Kemarau Panjang dan Panas Terik di Kota Sanggau Ancam Kesehatan Masyarakat

Di media sosial (Twitter, Reddit), pengguna teknologi mem-posting antusias: “Hari ini bioprinting makin nyata!”, “Besok donornya bukan manusia, tapi printer!”, dan “Sel aku dicetak ulang — kebayang nggak?”. Reaksi ini menyebar viral dalam komunitas sains & teknologi.

- Advertisement -

Prospek Indonesia & Asia Tenggara

Meski pusat riset bioprinting paling maju berada di AS, Eropa, dan Tiongkok, sejumlah universitas Indonesia sudah mulai eksperimen (misalnya penelitian jaringan jantung atau kulit). Untuk adopsi lokal, tantangan biaya alat, pelatihan, regulasi etika, dan kolaborasi lintas institusi harus dijembatani — potensi untuk rumah sakit swasta atau riset biomedis lokal sangat besar.

TAG:BioinkbioprintingCetak Organ
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Dukung Kebijakan Pemerintah, Warga Meliau Distribusikan BBM ke Pedalaman
Jelang Nataru, TPID Sanggau Gelar Monitoring Terpadu, Pastikan Stok dan Stabilitas Harga Pangan Aman
Elpiji 3 Kg Langka di Sanggau, Harga Tembus Rp40 Ribu di Tingkat Pengecer
Sudah Menang Tender Rp9,2 Miliar, Jalan Kembayan-Balai Sebut Masih Rusak Parah, Warga Bertanya-tanya
Sanggau Jadi Magnet Pingpong Kalbar, Atlet dari Melawi Hingga Sambas Bertarung di Kecala Cup 3

Berita Menarik Lainnya

Dinkes Sanggau Uji Sampel Makanan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Aman Dikonsumsi
2 bulan lalu
Musim Hujan Datang: Waspada Wabah Tersembunyi — Dari Demam Berdarah sampai Leptospirosis
3 bulan lalu
PM2.5 & NO₂ dari Knalpot: Dari Serangan Asma hingga Risiko Dementia
4 bulan lalu
Foto : Istimewa dok Dinkes Sanggau
Dinas Kesehatan Sanggau Perluas Rabies Center
5 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar