Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Gandeng Kesbangpol Sanggau, Paolus Hadi Tegaskan Empat Pilar Jadi Kunci Menjaga Kondusifitas Daerah
    1 minggu lalu
    Target Selesai Sebelum Pemilu 2029, DPD NasDem Sanggau Gelar Peletakan Batu Pertama
    1 minggu lalu
    Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
    2 minggu lalu
    49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
    2 minggu lalu
    Peduli Kesehatan, PMI Kabupaten Sanggau Bersama Relawan Bagikan 1.000 Masker dan Air Bersih
    2 minggu lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kesehatan > PM2.5 & NO₂ dari Knalpot: Dari Serangan Asma hingga Risiko Dementia
Kesehatan

PM2.5 & NO₂ dari Knalpot: Dari Serangan Asma hingga Risiko Dementia

VIVM
Diperbarui: 22/09/2025 0:07
VIVM
1 tahun lalu
Bagikan

Senin, 22 Septeber 2025 – Asap kendaraan adalah campuran kompleks: partikel halus (PM2.5 dan ultrafine particles), NO₂, karbon monoksida (CO), ozon sekunder, dan sejumlah senyawa organik volatil dan logam berat. Partikel berukuran <2.5 mikrometer (PM2.5) paling berbahaya karena mampu menembus sampai ke aliran darah dan menyebar ke organ-organ vital. Paparan kronis atau berulang memicu peradangan sistemik, stres oksidatif, dan perubahan vaskular yang pada akhirnya meningkatkan kejadian penyakit kardiovaskular dan kematian dini.

Konten
Bukti klinis: jantung, paru, dan risiko kematianEfek jangka panjang: kanker paru, gangguan perkembangan, dan otakMekanisme biologis — bagaimana asap “menyerang” tubuhDampak lingkungan dan sosial-ekonomi

Bukti klinis: jantung, paru, dan risiko kematian

Studi besar dan review meta menunjukkan hubungan kuat antara PM2.5/NO₂ dan penyakit jantung, stroke, serta kematian dini. Bahkan paparan pada tingkat yang dulu dianggap “aman” tetap berkaitan dengan peningkatan rawat inap dan mortalitas — sehingga WHO merekomendasikan batas tahunan PM2.5 yang jauh lebih ketat (5 µg/m³). Badan lingkungan AS (EPA) juga menegaskan partikel halus meningkatkan risiko serangan jantung, perburukan asma, rawat inap, dan kematian.

Efek jangka panjang: kanker paru, gangguan perkembangan, dan otak

Paparan diesel dan emisi lalu lintas dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru pada pekerja berisiko tinggi dan populasi yang terpapar berat; agen seperti diesel exhaust telah dimasukkan dalam daftar yang menimbulkan kekhawatiran karsinogenik. Selain itu, bukti meta-analitik menunjukkan paparan TRAP (traffic-related air pollution) selama masa kanak-kanak dikaitkan dengan gangguan perkembangan pernapasan dan neurologis. Studi terbaru bahkan menemukan hubungan antara kenaikan PM2.5/NO₂ dan peningkatan risiko demensia pada populasi dewasa lanjut usia.

Mekanisme biologis — bagaimana asap “menyerang” tubuh

Partikel ultrafine dapat menembus alveoli paru lalu masuk darah, memicu inflamasi sistemik, mempercepat aterosklerosis (penumpukan plak pada pembuluh darah), dan merusak jaringan otak melalui oksidasi serta respon imun berlebih. Gas seperti NO₂ memperburuk respons saluran napas dan membuat infeksi pernapasan lebih berat. Secara kolektif, mekanisme ini menjelaskan mengapa paparan udara buruk meningkatkan kejadian asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serangan jantung, stroke, dan kerentanan neurologis.

Dampak lingkungan dan sosial-ekonomi

Selain efek kesehatan langsung, emisi kendaraan berkontribusi ke degradasi kualitas udara kota, pengendapan logam berat di tanah, serta pembentukan ozon troposfer yang merusak tanaman. Dampak kesehatan memicu beban ekonomi: lebih banyak kunjungan rumah sakit, produktivitas hilang, dan beban perawatan jangka panjang — terutama bagi kelompok rentan (anak-anak, lansia, penderita penyakit kronis, pekerja jalanan). Laporan global memperkirakan jutaan kematian terkait PM2.5 tiap tahun.

Baca juga

Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Tim dari Polda Kalbar Laksanakan Asistensi Ketahanan Pangan di Polsek Meliau
PTPN IV Regional V bersama Polda Kalbar Bangun Komitmen untuk membantu Masyarakat Kalimantan Barat 
Memasuki Musim kemarau, Masyarakat diminta jaga Kesehatan, karena rentan terserang Ispa dan Diare

  • WHO (2021/2024): Batas aman PM2.5 direkomendasikan ~5 µg/m³ per tahun; polusi luar ruangan menyebabkan ratusan ribu hingga jutaan kematian prematur tiap tahun global.

  • Studi & review meta: Paparan jangka panjang NO₂ dikaitkan dengan peningkatan risiko all-cause dan kardiovaskular 3–7%.

  • State of Global Air: PM2.5 adalah penyumbang utama beban penyakit terkait polusi udara global.

  • EPA & HEI reviews: Keterkaitan kuat antara polusi partikel kendaraan dan masalah jantung-paru; diesel exhaust berisiko karsinogenik.

(Ini adalah lima klaim paling ‘load-bearing’ — setiap klaim di atas didukung oleh laporan/ulasan ilmiah terbarukan.)

- Advertisement -
TAG:Asap KendaraanMekanisme biologisPM2.5 & NO₂Polusi Lalu Lintas
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Tolak Instruksi Presiden Prabowo, Gerdayak Sanggau dan Wagub Kalbar Pasang Badan Bela Peladang
Gandeng PMI Sanggau, ANTAM Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
Sinergi PT GKM dan AJS Bantu Pemkab Sanggau Atasi Dampak Kabut Asap
Timotius Yance Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sanggau di Musda XI
Sentuh Masyarakat Dusun Periji, Kades Pana Apresiasi Kegigihan Polres Sanggau Cegah Karhutla dan Bantu Warga

Berita Menarik Lainnya

Dinkes Sanggau Uji Sampel Makanan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Aman Dikonsumsi
10 bulan lalu
IQ Bukan Sekadar Angka: Begini Cara Menumbuhkan Kecerdasan Anak Sejak Dini, dan Mitos yang Perlu Anda Tahu
11 bulan lalu
Musim Hujan Datang: Waspada Wabah Tersembunyi — Dari Demam Berdarah sampai Leptospirosis
12 bulan lalu
Dari Bioink ke Organ: Bagaimana Bioprinting Bisa Menjadi Revolusi Transplantasi dan Penelitian Kanker
12 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar