Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jembatan Kelampai Parindu Terancam Putus, Anggota DPRD Sanggau Wendy Krisandy Desak Penanganan Cepat
    2 hari lalu
    Musim Kemarau Tiba, BPBD Sanggau Ajak Masyarakat Kolaborasi Cegah Karhutla Sejak Dini
    3 hari lalu
    Pansel Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak JPTP Sanggau 2026, Ini Daftar Nama Pelamar yang Lulus
    3 hari lalu
    Disbunnak Sanggau Fasilitasi Pelatihan Biosekuritas Peternak Program CABI di Entikong
    3 hari lalu
    Foto : Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton
    Vaksin Rabies dan ASF Kosong di Sanggau, Hanya Vaksin Ayam yang Aman
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kalimantan Barat > Ketapang > Kontras Industri Alumina di Ketapang: TKA Tiongkok Jadi ‘Raja’, Nelayan Lokal Jadi Kuli
Kalimantan Barat

Kontras Industri Alumina di Ketapang: TKA Tiongkok Jadi ‘Raja’, Nelayan Lokal Jadi Kuli

kornelis
Diperbarui: 11/03/2026 19:37
kornelis
5 bulan lalu
Bagikan

Ketapang,Haloklbar.com – Berdirinya PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, sering digadang-gadang sebagai simbol kemajuan industrialisasi di Kalimantan Barat.

Namun, di balik megahnya smelter pengolah bauksit tersebut, tersimpan keluhan mendalam dari warga lokal yang merasa terasing di tanah sendiri.

Berdasarkan data hingga akhir 2025, tercatat sekitar 240 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok bekerja di perusahaan tersebut, dengan posisi-posisi strategis di struktur operasional.

Kondisi ini memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat sekitar.
“Orang lokal ini seperti hanya jadi kuli di negeri sendiri. Sementara TKA jadi bos, jadi raja di negeri kita,” keluh Rabuan, warga Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama.

Dusun Sungai Tengar yang berada di Ring 1 kawasan operasional PT WHW kini menghadapi tantangan ekonomi yang kian pelik. Para nelayan mengaku hasil tangkapan mereka merosot drastis sejak industri tersebut beroperasi.

Ahmad, salah satu nelayan setempat, menyebutkan bahwa kini mereka harus melaut lebih jauh ke tengah untuk mendapatkan ikan, itu pun tanpa jaminan membawa hasil. Hal senada diungkapkan oleh Tosimin.

“Sering kali kami tidak dapat tangkapan. Sejak WHW ada di sini, hasil laut makin susah. Sekarang rata-rata nelayan punya hutang ke bank harian untuk biaya operasional,” tutur Tosimin.

Kekecewaan warga tidak hanya berhenti pada masalah mata pencaharian. Program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan juga mendapat rapor merah dari masyarakat. Matroni, warga setempat, menilai bantuan yang diberikan sangat terbatas dan tidak menyentuh akar permasalahan.

“CSR itu lebih banyak hanya di atas kertas. Kalaupun ada, hanya diberikan ke sebagian kecil kelompok tertentu. Kami hanya sesekali menerima paket sembako saat Lebaran, itu pun jauh dari harapan,” tegas Matroni.

Selain masalah ekonomi dan sosial, kondisi infrastruktur jalan dari Kota Ketapang menuju Kendawangan masih memprihatinkan.
Padahal, jalur ini merupakan urat nadi menuju lokasi industri besar. Warga mempertanyakan kontribusi nyata perusahaan terhadap pembangunan akses publik yang dilewati setiap hari oleh kendaraan operasional industri.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak Corporate Communication PT WHW telah dilakukan. Namun, setelah lebih dari 3×24 jam, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait, Detail jumlah dan posisi TKA,Realisasi program CSR untuk nelayan terdampak, Kontribusi terhadap perbaikan infrastruktur jalan.

Cerobong PT WHW mungkin terus mengepulkan asap tanda produksi, namun bagi nelayan Sungai Tengar, laut yang dulu menghidupi mereka kini terasa kian asing dan sulit dijangkau.(***)

TAG:#PTWHW #Kendawangan #Ketapang #NelayanSungaiTengar #KalimantanBarat #InvestasiAsing #TKATiongkok #BeritaKetapang #DampakIndustri #CSRPerusahaan
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Kisah Haru Mas Kades Narto: Jadi ‘Ayah’ Bagi Anak Yatim Berkebutuhan Khusus di Hari Pertama Sekolah
Warga Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Penadah Emas Ilegal di Nanga Serawai
Komitmen Sinergisitas Penegakan Hukum: Kapolda dan Kajati Kalbar Pererat Hubungan Kelembagaan
Maxim Pontianak Beri Bantuan Fasilitas Sekolah dan Apresiasi Siswa ‘Best Client’
Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan

Berita Menarik Lainnya

Jembatan Kelampai Parindu Terancam Putus, Anggota DPRD Sanggau Wendy Krisandy Desak Penanganan Cepat
2 hari lalu
Musim Kemarau Tiba, BPBD Sanggau Ajak Masyarakat Kolaborasi Cegah Karhutla Sejak Dini
3 hari lalu
Pansel Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak JPTP Sanggau 2026, Ini Daftar Nama Pelamar yang Lulus
3 hari lalu
Disbunnak Sanggau Fasilitasi Pelatihan Biosekuritas Peternak Program CABI di Entikong
3 hari lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar