Sanggau,Halokalbar.com – Pemuntuh Agung Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau yang juga Anggota DPR RI Komisi XIII, Paolus Hadi, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan Gawai Adat Dayak Nampai Minu Podi Ke-I di Kecamatan Jangkang, Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu 1 Juli 2026
Sebagai putra asli Jangkang dan mantan Bupati Sanggau dua periode, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan rasa bangganya atas terselenggaranya gawai tersebut. Ia bahkan mengaku mengikuti seluruh rangkaian acara sejak awal.
Namun, di sela-sela rasa bangganya, Paolus Hadi memberikan catatan kritis yang menohok terkait fenomena media sosial saat ini.
Ia menyayangkan dinamika di ruang digital yang cenderung dipenuhi kritik fisik, namun melupakan substansi budaya yang jauh lebih mahal, yakni kebersamaan.
“Mungkin Bapak, Ibu lebih tertarik dengan kegiatan fisik, sehingga apa yang saudara-saudara terus dengungkan di media sosial hanyalah soal kritik,” ujar Paolus Hadi.
Ia menilai, banyak pihak yang kerap mengkritik namun abai melihat simbol pemersatu yang nyata di depan mata, salah satunya keberadaan Rumah Betang.
“Sampai hari ini saya tidak melihat kebersamaan Orang Dayak disuarakan. Hari ini kalian harusnya bersyukur karena mempunyai Rumah Betang ini untuk mempersatukan Orang Jangkang, dan kalian tidak pernah membicarakan hal itu,” cetusnya.
Dalam kesempatan tersebut, Paolus mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa sejarah. Kebebasan identitas kebudayaan yang dinikmati masyarakat Dayak hari ini tidak lepas dari proses perjuangan panjang para tokoh terdahulu.
“Hari ini kalian berani menggunakan atribut ini dan menonjolkan diri sebagai Dayak, itu (mulai terbuka luas) di zamannya Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Termasuk saya yang dulu berani mencalonkan diri sebagai Bupati dengan segala kekurangannya, hingga bisa menjadi seperti sekarang,” kenang Paolus.
Ia menekankan bahwa persatuan jauh lebih penting daripada sekadar melayangkan kritik tanpa solusi di media sosial.
“Kebersamaan adalah hal yang paling mahal dan tidak ada sekolahnya. Di mana ada kebersamaan, di situ ada kekuasaan, kebersamaan, dan kekompakan,” tegasnya.
Sebagai bukti nyata dari buah kekompakan, Paolus Hadi mencontohkan transisi kepemimpinan di Kabupaten Sanggau yang berjalan harmonis antara dirinya dengan Yohanes Ontot.
“Kenapa Pak Yohanes Ontot bisa jadi Bupati saat ini? Karena sejak beliau jadi wakil saya, saya sudah bilang, ‘Bapak siap-siap jadi Bupati’. Dan kita semua kompak mendukung beliau sehingga hal itu terwujud,” pungkas Paolus, menutup sambutannya dengan ajakan agar masyarakat Jangkang terus menjaga soliditas antarsesama.(***)
Sentil Netizen yang Minim Apresiasi, Paolus Hadi: Kebersamaan Dayak Itu Mahal, Tidak Ada Sekolahnya!




