Sanggau Halokalbar.com – Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama Komunitas Orang Muda Samudra Bekudong’k resmi memulai langkah strategis dalam menjaring dan memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Langkah ini diwujudkan melalui Sosialisasi Indikator Produk Unggulan Daerah (PUD) Lestari dan Talkshow Program TUMBUH (Tempat UMKM Maju dan Berkelanjutan) yang digelar di Aula Gedung PKK Kabupaten Sanggau, Kamis 23 Juli 2026
Kegiatan kolaboratif yang didukung oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan Disperindagkop Kabupaten Sanggau ini dirancang untuk menyiapkan UMKM Sanggau agar memiliki produk berkualitas, ramah lingkungan, serta berdaya saing tinggi menuju ajang nasional Festival Lestari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sanggau, Yulius Elto, menegaskan bahwa Program TUMBUH Sanggau diharapkan mampu melahirkan Produk Unggulan Daerah (PUD) Lestari yang tidak hanya siap pameran, tetapi juga siap masuk ke ranah business matching dengan para investor dan mitra usaha.
“Kesiapan pasokan bahan baku, kualitas produk, dan keberlanjutan proses produksi menjadi faktor penting. UMKM Sanggau harus mampu menghasilkan produk yang berdaya saing dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Yulius Elto saat membuka kegiatan secara resmi.

Seleksi dan Inkubasi Intensif 10 UMKM Terbaik
Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk mengkurasi para pelaku usaha lokal. Dari seluruh peserta yang hadir, sebanyak 10 UMKM terbaik akan dipilih untuk mengikuti program inkubasi bisnis intensif sebagai persiapan menuju agenda Temu Usaha dan Mitra serta Festival Lestari 2026.
Project Leader Program TUMBUH, Akhmad Rizaldi, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada seleksi, melainkan juga membangun pola pikir (mindset) pelaku usaha agar siap merambah pasar yang lebih luas.
“Kami ingin membangun ekosistem UMKM yang lebih siap, mulai dari pemahaman konsep PUD Lestari, penguatan jejaring, hingga pendampingan menuju business matching. Kami memastikan UMKM Sanggau tidak hanya memiliki produk berkualitas, tetapi juga siap bertemu dengan investor,” jelas Rizaldi.
Standar “Lestari” dan Jawaban atas Kendala UMKM
Sementara itu, Sekretaris Disperindagkop Kabupaten Sanggau, Silvester Roy Wiranto, menekankan bahwa konsep “lestari” mencakup seluruh proses bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan.
Parameter kurasi akan menilai orisinalitas produk, potensi pasar, keberlanjutan bahan baku, serta kesiapan komitmen pelaku usaha.
Dari sisi perencanaan dan regulasi, Kabid Riset dan Inovasi Daerah BAPPERIDA Sanggau, Manuel Fernandes, menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kebijakan pendukung, seperti fasilitasi legalitas usaha, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga penguatan teknik storytelling produk.
Dalam sesi diskusi, para pelaku UMKM menyampaikan berbagai tantangan lapangan, seperti keterbatasan akses pasar, desain kemasan yang belum kompetitif, tantangan pemasaran produk lokal di daerah sendiri, hingga perlunya diversifikasi produk. Salah satunya diungkapkan pelaku usaha madu kelulut yang mengharapkan promosi lebih masif agar produk lokal makin dikenal warga Sanggau.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Sanggau menegaskan akan memasukkan usulan UMKM ke dalam rencana aksi daerah, termasuk mendorong produk lokal sebagai cendera mata resmi daerah, memperkuat Indikasi Geografis, serta memanfaatkan ajang Festival Lestari sebagai jembatan utama temu bisnis berkelanjutan.(***)




