Sanggau, Halokalbar.com – Kendala sumber air menjadi ancaman serius bagi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau dalam upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah puncak musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sanggau, Sigit Purnomo, mengungkapkan bahwa para petugas di lapangan kerap mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air saat menjangkau titik api. Kondisi ini makin diperparah jika Karhutla terjadi di area perbukitan yang jauh dari pemukiman.
“Petugas kerap kesulitan air ketika memadamkan api di titik Karhutla, terlebih di kawasan berbukit yang jauh dari lokasi sumber air. Sumber air yang ada pun sudah banyak yang surut, sehingga kami harus membawa air dari luar,” ujar Sigit, Minggu 2 Agustus 2026
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Sanggau mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan selama musim kemarau berlangsung.
Sigit mengingatkan bahwa proses pembakaran lahan yang tak terkontrol berpotensi memicu bencana kebakaran yang lebih luas.
Bagi masyarakat yang terpaksa membakar lahan untuk kebutuhan pertanian, Sigit meminta agar aturan yang berlaku ketat dipatuhi.
“Untuk membakar lahan sudah ada Surat Edaran dari Gubernur Kalbar, yakni maksimal di bawah dua hektar dan ada aturannya. Apabila harus membakar lahan, wajib melapor ke aparat setempat—baik aparat desa, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas—agar ada antisipasi. Jika tidak melapor, tentu sangat berisiko,” tegasnya.
Berdasarkan prakiraan, fenomena kemarau tahun ini diprediksi berlangsung hingga akhir Agustus 2026 dan intensitas hujan diperkirakan mulai meningkat pada September mendatang.
1.340 Titik Panas Terdeteksi di Sanggau
Data BPBD Sanggau mencatat hingga Juli 2026, terdeteksi sebanyak 1.340 titik panas (hotspot) yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Sanggau. Titik panas tersebut terbagi dalam tiga tingkatan tingkat kepercayaan: rendah, sedang, dan tinggi.
Kecamatan Meliau menjadi wilayah dengan sebaran titik panas tertinggi, yaitu sebanyak 232 titik. Disusul oleh Kecamatan Parindu dengan 216 titik, serta Kecamatan Kembayan sebanyak 145 titik.(***)
